Minggu, Februari 01, 2009

Membangun Radio Internet Sendiri

"Awalnya saya tertarik juga membaca artikel "Membangun Sendiri Radio Internet", terus saya coba, tapi berkali-kali tetap juga gak bisa..... akhirnya saya nyerah.... tapi beberapa waktu yang lalu tanpa sengaja saya membaca artikel mas Romi Satria, terus coba kembali dan ternyata berhasil :) "

Silahkan mencoba dan "keep fight"

Artikel berjudul Membangun Sendiri Radio Internet yang saya tulis dua tahun lalu ternyata masih banyak dibaca pengunjung situs blog ini. Khususnya bagi yang tertarik untuk membangun sendiri radio internet untuk tujuan hobi maupun profesional. Dari komentar yang masuk, banyak yang mengeluhkan sulitnya menemukan perusahaan hosting yang mau menghosting shoutcast server untuk radio internet. Jadi meskipun radio sudah bisa online di jaringan LAN, tapi akhirnya kesulitan untuk online di Internet. Sebenarnya ada solusi yang mudah dan gratis, khususnya terkait dengan penempatan shoutcast server, yaitu dengan menggunakan shoutcast server yang disediakan gratis oleh Listen2MyRadio.Com. Masih tertarik membangun radio internet dengan modal server gratisan? Ikuti terus artikel ini.

Seperti artikel sebelumnya, untuk mempermudah penjelasan, saya akan sampaikan dalam bentuk step-by-step instalasi, baik untuk server (Listen2MyRadio.Com) maupun untuk client yang mengalirkan konten siaran ke server.

INSTALASI SERVER RADIO DI LISTEN2MYRADIO.COM

1. Daftarkan diri (signup) melalui form pendaftaran di Listen2MyRadio.Com

radio1.jpg

radio2.jpg

2.Konfirmasi pendaftaran dengan mengklik URL yang dikirimkan oleh Listen2MyRadio.Com ke email kita

radio3.jpg

radio4.jpg

3. Login ke Listen2MyRadio.Com. Setelah login akan muncul menu administrasi seperti gambar di bawah.

radio5.jpg

radio6.jpg

4. Klik “radio installation” untuk mulai mensetup nama radio, alamat URL radio, juga password untuk broadcaster dan admin. Disini saya set misalnya password: “romi” dengan url: ikc.listen2myradio.com

radio7.jpg

5. Setelah instalasi server radio selesai, kembali ke bagian menu, dan pilih “preferences“. Apabila server sudah normal berjalan maka tanda “ON” berwarna hijau akan muncul. Jangan lupa catat “address to broadcast” (misalnya disini: 91.186.30.12) beserta nomor “port” (16532) karena akan kita gunakan di client pengirim konten radio (winamp).

radio8.jpg

6. Apabila server tetap dalam keadaan “OFF“, maka kita harus memilih server baru. Caranya adalah di menu klik pilihan “have problem with radio? change server to a better one“, dan pilih (klik PRESS HERE) salah satu dari beberapa pilihan server yang ada di sana. Perlu dicatat bahwa pengubahan server tentu akan membuat “address to broadcast” kita juga berubah.

radio91.jpg

Sampai disini instalasi server radio di Listen2MyRadio sudah kita selesaikan. Langkah berikutnya sebenarnya sama dengan langkah ke 3-9 artikel saya sebelumnya tentang membangun sendiri radio internet. Tapi saya akan ulangi tahapannya supaya bisa lebih jelas.

INSTALASI CLIENT PENGALIR KONTEN KE SERVER LISTEN2MYRADIO.COM

1. Download dan Install Winamp dan Shoutcast DSP Plugin di komputer tempat kita akan mengalirkan content radio (mp3 music, dsb) ke Shoutcast Server (Listen2Myradio.Com). Download dari URL di bawah:

2. Jalankan Winamp, kemudian klik kanan dan pilih “Options” -> “Preferences“.

3. Klik DSP/Effect di bagian Plug-ins dan pilih Nullsoft SHOUTcast Source DSP. Kemudian akan muncul satu window SHOUTcast Source dengan menu “Main“, “Output“, “Encoder“, “Input“.

winamp-shoutcastdsp.jpg

4. Pilih “Output” dan klik “Connect” untuk konek ke Shoutcast server. Perlu dicatat, “Address”, “Port” dan “Password” harus sesuai dengan catatan setting kita di Listen2Myradio.Com. Saya sendiri mendapatkan address: 91.186.30.12, port: 16532, dan password saya set: “romi“.

radio10.jpg

5. Sekarang tinggal alirkan saja content (music, sound, dsb) ke Shoutcast Server. Caranya mudah, letakkan file mp3 di Winamp dan tekan tanda play, maka music anda akan ter-broadcast ke seluruh dunia maya.

winamp-shoutcastdsp5.jpg

6. Pertanyaan lain yang muncul, bagaimana kalau kita ingin mengalirkan suara kita secara live? Siapkan microphone dan masukkan kabel microphone ke soundcard PC anda. Kemudian kembali ke Winamp anda, pada SHOUTcast source, pilih “Input“, kemudian ubah “Input device” dari “Winamp (recommended)” ke “Soundcard Input“. Lalu siapkan microphone di depan mulut anda, dan ucapkan “Selamat datang di Radio Internet saya yang tercinta ini”.

winamp-shoutcastdsp6.jpg

CEK APAKAH RADIO KITA BERJALAN NORMAL

1. Cek dengan menjalankan browser dengan URL yang tadi kita set di Listen2Myradio.Com, misalnya saya tadi menset URL radio saya adalah http://ikc.listen2myradio.com/

2. Akan muncul tampilan seperti gambar di bawah, klik tombol play untuk mendengarkan siaran. Jujur saja di kanan kiri halaman radio kita akan banyak iklan dari Google Adsense, tapi ya itulah resiko menggunakan server gratis :) Tapi tidak perlu khawatir karena iklan ini tidak mengurangi fitur atau efektifitas dari server radio di Listen2MyRadio.Com

radio11.jpg

Selesai, kalau masih ada yang error, ulangi lagi tahapan instalasi seperti yang saya jelaskan diatas. Dari komentar di artikel sebelumnya, kesalahan dan error banyak terjadi karena tahapan instalasinya tidak diikuti dengan baik. Dan terakhir, selamat menjadi penyiar radio internet yang anda bangun sendiri :)


Sumber : Romi Satria Wahono

Jumat, Januari 30, 2009

Tips Menghadapi Doi yang Lagi Ngambek

Walau hal ini sering terjadi, tapi tetap saja kita merasa serba salah. Mau begini salah, begitu juga kurang enak. Mau ngomong salah, tapi kalau diam saja, gimana masalah bisa selesai? Bagaimana cara jitu menghadapi doi yang sedang marah?

Jangan kuatir, coba nikmati ramuan Hidup Gaya BF dari berbagai sumber, yang pernah mengalami hal serupa, tapi mereka sukses memperbaiki hubungan kembali. Ini diantaranya:

Positive thinking
Jangan pikir macem-macem dulu. Bisa jadi dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri. Bosen juga 'kan kalau keseringan berduaan. Apalagi kalau yang dilakukan begitu-begitu saja. Dia butuh penyegaran.

Beri dia waktu
Coba hubungi dia lewat telepon, sekali saja. Kalau nggak mau menjawab, atau dia bilang sedang tidak mood, maka sebaiknya beri dia waktu. Mungkin dia butuh waktu untuk berpikir.

Tanya apa maunya
Jangan pernah berspekulasi dengan menduga-duga apa yang membuatnya marah. Kalau salah duga, akibatnya bisa fatal. Lebih baik tanyakan secara langsung apa yang menyebabkannya marah, dan apakah dia bisa memaafkan kamu.

Marahin dia
Bisa jadi dia tipe orang yang ingin dimarahin atau senang mendapat teguran. Orang macam ini biasanya "kolokan" dan butuh perhatian lebih dari kamu. Tapi, hati-hati, jangan sampai hitung-hitungan kesalahan.

Rayu
Orang paling realistis pun, nggak tahan dengan rayuan. Tapi hati-hati, rayuan gombal bisa nambah ruwet. Coba bilang, "Saya kangen, ingin ngobrol sama kamu. Kok kamu nggak telp-telp, sih? Udahan dong marahnya..., please."

Jangan nanya 2X
Kalau dia ngasih kesempatan ngomong, gunakan sebaik-baiknya. Dengarkan apa yang dia sampaikan. Jangan sampai bertanya dua kali. Itu bikin dia tambah kesal karena merasa omongannya nggak diperhatikan.

Beri dia surprise
Kado kecil-kecilan saja. Misalnya dia lagi nyari kaset Michael Jackson yang baru, cariin dan kirim ke dia. Bisa juga ngirim makanan atau bunga favoritnya. Kirim via titipan kilat.

Datangi rumahnya
Bilang sama yang menerima kedatangan kamu, bahwa kamu kuatir karena sudah beberapa hari nggak mendengar kabar berita tentangnya. Tanya apakah dia mau ketemu dengan kamu. Kalau dia nggak mau ketemu, titip pesan bahwa kamu harap dia baik-baik saja.

Kirim kartu undangan dinner
Ini kalau dia nggak mau jawab telp atau SMS kamu. Cari kartu yang lucu atau memiliki makna khusus. Ajak dia dinner di suatu tempat. Tulis di situ, bahwa kamu harap dia akan ngasih tahu kalau nggak bisa datang.

Cuekin lagi aja
Kalau dia nggak mempan diapa-apain, ya, cuekin lagi saja. Itu sih namanya kecakepan. Emang cuma dia saja cewek atau cowok di dunia ini. Lebih baik kamu mulai memikirkan untuk nyari yang baru.

Jumat, Januari 16, 2009

Sungguh Memalukan....

"Alangkah meruginya Rakyat ini..... Alangkah bodohnya rakyat ini sampai memilih seorang yang katanya "Wakil Rakyat" seperti ini yang bermental rendah....Bagaimanakah keluarganya memandang hal ini...." ucapan dari seorang rakyat jelata.....

Lagi-lagi wakil rakyat memberi contoh buruk pada konstituennya. Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhan Batu, Sumatera Utara, tertangkap basah main judi di Hotel Golden Boutique di Jl Angkasa, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1) malam. Alhasil, ketiganya digiring ke Mapolres Jakarta Pusat.

Tiga anggota legislatif tersebut adalah Ali Tambunan dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, Harudinsyah dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dan Rizal Sani dari Fraksi Partai Golkar yang sekaligus menjabat Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu.

Dari tangan ketiganya, polisi menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 6,6 juta dan 2 set kartu. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, ketiganya bermain judi di kamar 1129 Hotel Golden Boutiqe, Jakarta Pusat. Polisi pun langsung menuju lokasi untuk mengamankan ketiga tersangka.

"Saat ini mereka sedang diperiksa," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Jum'at (16/1/2009).

Ketiga tersangka, dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara. Atas perilakunya yang tidak terhomat tersebut, ketiga anggota legislatif tersebut kini meringkuk di Mapolres Jakarta Pusat.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/01/16/115148/1069502/10/3-anggota-dprd-labuhan-batu-tertangkap-judi-di-hotel-golden-jakarta

Selasa, November 11, 2008

UPDATE HASIL TES

UPDATE HASIL TEST

Kompetensi

: Mengelolah Data Aplikasi

Kode Kompetensi

: KKPI.104.003.01

Sub Kompetensi

: Prosedur Pengoperasian Image Scanner


NO

NAMA SISWA

TINGKAT/JUR

KET

1

Desti Sastika

3 AK-1

Remidial

2

Febriandi

3 AK-2

Remidial

3

Husnil Fattah

3 AK-2

Remidial

4

Helen Tiar

3 AK-2

Lulus

5

Ika Krisna Wati

3 AK-2

Lulus

6

Novi Eliza

3 AK-2

Remidial

7

Nur Aisyah

3 AK-2

Lulus

8

M. Ilham

3 AK-2

Remidial

9

Nella Muthia

3 AK-2

Lulus

10

Nur Febrika

3 AK-2

Remidial

11

Riswandi

3 AK-2

Remidial

12

Romi Dona

3 AK-2

Lulus

13

Ray Sandi

3 AK-2

Remidial

14

Riski Akhir

3 AK-2

Remidial

15

Siddik

3 AK-2

Lulus

16

Wardianto

3 AK-2

Lulus

17

Weni Rahayu

3 AK-2

Lulus

18

Wulandari 1

3 AK-2

Lulus

19

Juliana

3 AP-1

Remidial

20

Johari

3 AP-1

Remidial

21

Ahmad Hasis

3 AP-1

Remidial

22

Novia Sari

3 AP-1

Remidial

23

Rosliah

3 AP-2

Remidial

24

Juliana

3 AP-2

Remidial

25

Soekarman

3 AP-2

Remidial

26

Nova Lina

3 AP-2

Remidial

27

Prisca

3 AP-2

Remidial

Sabtu, November 08, 2008

Etika Ber-Internet......

Tanpa terasa ternyata untuk mengirimkan email saja perlu suatu etika tersendiri ya, walau kadang memang sering banget menemukan suatu email yang rasanya kok kurang tepat gitu. Ternyata ada di nih link nya yang bahas etiket ber-email di http://homepages.ius.edu/DSCHWEI2/email/rules.htm, yang isinya antara lain:
1. Saat mengirimkan suatu attachment file, hendaknya masih dalam ukuran yang normal.
2. Terlihat bagus saat online, wah apa ya ini? hehehe…maksudnya saat online itu dilihat dari cara kita berkomunikasi dengan menggunakan tulisan, bukan keliatan muka, tapi keliatan tulisan..
3. Berbagi pengalaman berinternet melalui email
4. Jangan menulis dengan menggunakan semua huruf BESAR
5. Jangan melakukan copy paste tanpa izin (plagiat), tanpa menyebutkan sumbernya
6. Lebih baik jangan mengekspose informasi pribadi terlalu terbuka, hal ini bisa di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
7. Perhatikan selera humor mu
8. Hormati dan hargai perbedaan pada setiap orang, karena orang masing-masing memiliki kultur budaya yang berbeda-beda
9. Tetap tenang dan tidak mudah terhasut, jagalah hati dan pikiran agar tetap tenang
10. Harus tetap menjaga password yang ada

Jumat, Oktober 31, 2008

Operasi Kasih Sayang Polsek Bilah Hilir Patut Diacungi Jempol

Polisi Sektor (Polsek) Bilah Hilir Resort Labuhanbatu menjaring 61 siswa SMUN 1 Bilah Hilir terdiri dari 9 laki-laki dan 52 perempuan, dalam rangka pelaksanaan Operasi Kasih Sayang di wilayah itu.
Demikian Kapolsek Bilah Hilir Iptu.TR.Nababan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Rustam Efendi Sagala, mengatakan hal itu menjawab SIB di ruangan kantor Kepala Sekolah SMUN 1 Bilah Hilir Juragan SPd, Selasa, (28/10)
Operasi Kasih Sayang yang digelar saat ini, kata Nababan, sebelumnya sudah ada kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Polsek di wilayah ini, bertujuan mengambil langkah-langkah preventif guna menekan angka kenakalan remaja khususnya di daerah ini, disamping itu juga, termasuk adanya laporan dari para orang tua siswa terkait masalah gambar porno, VCD porno dan senjata tajam.
Dari operasi Kasih Sayang yang dilakukan hingga ke dalam kelas, Polisi menyita 61 handphone milik para siswa yang diduga di dalamnya berisi gambar-gambar porno.
Kapolsek Bilah Hilir Iptu.TR.Nababan dalam pengarahannya di hadapan siswa ketika dibariskan di halaman sekolah, yang juga didampingi kepala sekolah beserta guru-guru mengharapkan agar siswa menyadari perbuatannya yakni menyimpan gambar-gambar porno di dalam handphone adalah suatu perbuatan yang tidak pantas dilakukan seorang pelajar.
“Berangkat dari rumah ke sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk yang lain-lain,” tegas Nababan mantan Kanit P3 D Polres Labuhanbatu itu.
Dikatakannya, siswa diharapkan tidak membawa HP ke sekolah maupun ke dalam kelas, karena hal itu dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga perlu dilakukan, mengingat prinsip penghematan di sektor ekonomi keluarga mengingat situasi krisis global yang sedang merebak hingga ke level paling bawah.
“Orang tua siswa akan diundang oleh pihak sekolah untuk memberitahukan kelakuan anaknya, sehingga maju mundurnya prestasi anak bukan hanya merupakan tanggung-jawab guru dan sekolah tetapi dituntut peran serta orang tua yang lebih maksimal,” tegasnya.
Kepala Sekolah SMUN 1 Bilah Hilir Juragan S.Pd, kepada anak didiknya berharap dapat memahami pengarahan polisi yang sedang melakukan pembinaan kepada siswa /remaja sekaligus juga dapat menekan pengeluaran siswa untuk membeli keperluan pulsa.
“Penyelesaian permasalahan ini diserahkan kembali kepada pihak sekolah, namun tetap dalam pantauan kita, suatu ketika akan dilakukan sweeping,” kata Nababan.

Sumber : http://hariansib.com/2008/10/31/polsek-sita-61-hp-berisi-gambar-porno-milik-siswa- sman-i-bilah-hilir-labuhanbatu/

Nah.....Sekarang kita tunggu operasi-operasi selanjutnya setiap Polsek yang ada di Kab. Labuhanbatu......syukur-syukur Polres nya sekalian....

Selasa, Oktober 21, 2008

Situs Porno bisa dicegah dengan Bantuan Sekolah

Juru Bicara Departemen Pendidikan Nasional Bambang Wasito Adi menyatakan keberadaan situs porno di jaringan internet sekolah tidak bisa diberantas tanpa bantuan sekolah. "Internet itu jalan tol, tergantung orangnya mau pakai untuk apa," katanya.

Ia menambahkan guru sebagai bagian integral dari pendidikan harus bersama sama mengawasi siswa saat pelajaran yang menggunakan fasilitas internet dilakukan. "Situs memang bisa diblok, namun ia bisa beregenerasi menjadi situs lainnya," kata Bambang.

Sebenarnya, lanjut dia, siswa yang membuka situs porno di sekolah akan mudah ketahuan. "Di sekolah praktek seperti itu mungkin hanya sedikit, kebanyakan dari mereka membuka situs di warnet," ujarnya. Namun bkan tidak mungkin siswa berani mencoba di sekolah, "untuk itu perlu peran aktif dari guru," tegasnya.

Meski situs porno membayangi jaringan pendidikan nasional, lanjutnya, pemerintah akan tetap menyambung jaringan ini ke seluruh sekolah yang ada. "Situs porno hanya ekses, harus kita bendung sama-sama. Internet di sekolah merupakan kebutuhan pendidikan, tanpa itu kita ketinggalan," katanya.

Sebelumnya, Pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan jaringan pendidikan nasional dapat memproteksi akses para pelajar ke situs porno. Hal itu dimungkinkan karena program jaringan pendidikan nasional menggunakan jaringan resmi. Proteksi terhadap situs-situs porno, dia melanjutkan, juga bisa dilakukan oleh para pengelola jaringan. Dalam hal ini sekolah harus dibekali pengetahuan untuk memproteksinya. Program untuk itu sudah banyak dan bisa diunduh.

Roy mengatakan saat ini ada sekitar 24,5 juta orang pengguna Internet. Menurut dia, rata-rata semua pengakses pernah mengunjungi situs porno. "Mungkin tidak konstan, tapi pasti pernah mengunjungi," katanya.

Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan program jaringan pendidikan nasional untuk sekolah-sekolah. Sebanyak 212 sekolah di seluruh Indonesia akan memiliki akses ke jaringan pendidikan nasional. Program tersebut diwarnai kekhawatiran tentang kemungkinan siswa bisa mengakses situs porno.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Romi Satria Wahono, mengatakan keberadaan situs porno tidak bisa dihambat. Saat ini ada lebih dari 1,3 miliar halaman situs porno dalam jaringan Internet. Kontribusi dari situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun, ujarnya dalam diskusi bertema "Siapkah Sekolah Menerima Internet?" pada Kamis lalu.

Bisnis pornografi, ia melanjutkan, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari 1 miliar pengguna Internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan. Dalam setahun bahkan ada 600 film porno baru yang diproduksi.

Kalaupun ditutup, situs porno yang ada dalam jaringan bisa menggunakan identitas lain untuk situsnya. Tinggal menambah angka 1 atau 2 di belakangnya dan situs bisa dioperasikan lagi.

Romy menjelaskan, seks atau pornografi adalah topik yang paling banyak dicari di jaringan Internet. Selain membuat situs khusus pornografi, pembuat situs terkadang meniru situs badan, lembaga, atau ofisial tertentu dan mengganti content di dalamnya dengan mengganti domainnya saja.

Sumber : Koran Tempo

Pelajar Penggemar Situs Porno Meningkat Tajam...

INTERNET memang sudah dikenal, bahkan hingga ke pelosok perdesaan. Namun, para penggunanya tentu masih dalam jumlah terbatas karena tergantung akses telekomunikasi dan juga soal keekonomian serta dampaknya.

Nah, di Kota Kediri, Jawa Timur untuk segmen pelajar ternyata banyak yang gemar berburu situs porno melalui internet. Ini berdasarkan hasil survei.

Dari 100 pelajar yang memiliki kesempatan mengakses internet, 78 di antaranya mengaku sering membuka situs porno. Fenomena mengejutkan tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan Komunitas Penggiat Teknologi Informasi Kediri (Kompetidi).

Penelitian ini dilakukan terhadap 100 responden dari kalangan pelajar yang berusia 13-17 tahun di Kota Kediri. Dari 78 pelajar yang membuka situs porno, 69 di antaranya sengaja mencari. Sedangkan sisanya karena sudah tersedia di komputer warnet.

“Jumlah responden kami memang tidak terlalu besar, tapi itu sudah cukup mewakili komunitas pelajar di Kota Kediri. Saya yakin jumlah penggemar situs porno ini jauh lebih besar dari hasil survei ini dan selalu meningkat setiap tahunnya,” ujar Ketua Kompetidi, Didik Subiantoro.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya jumlah pelajar yang berburu situs porno di warnet. Di antaranya adalah mudahnya mendapatkan akses internet melalui warnet dengan berbagai fasilitas yang diberikan.

Salah satu fasilitas yang justru kerap disalahgunakan pengguna internet adalah bilik tertutup. Dengan kondisi yang sangat pribadi, pelajar bisa dengan leluasa mengakses situs porno baik luar negeri maupun lokal.

Selain itu, penetapan tarif yang sangat murah oleh pengelola warnet menjadi daya dorong pelajar untuk sering menyewa. Sayangnya, kemudahan itu justru dimanfaatkan untuk berburu gambar-gambar porno.

“Kondisi inilah yang ditangkap dengan baik oleh sejumlah pihak untuk memanfaatkan pelajar yang masih belia. Di antaranya dengan membuat komunitas tertentu yang mengarah ke pornografi,” ujar Didik.

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi chatting yang khusus melayani hal-hal berbau porno. Beberapa orang bahkan menyediakan ruang khusus untuk “mojok” dan berkencan di dunia maya.

“Jadi percuma polisi melakukan razia VCD porno di pasaran. Cukup Rp 3.000 per jam untuk sewa warnet setiap pelajar bisa men-download film porno sebanyak-banyaknya,” terang Didik.

Karena itu, ia berusaha mensosialisasikan penggunaan software anti situs porno di setiap warnet. Nantinya setiap user di bawah umur yang membuka situs porno akan terhalang sistem itu secara otomatis.

Sayang, upaya ini menurut Didik juga terhalang sikap pemilik warnet yang enggan melakukan pembatasan. Sebab diakui atau tidak, pemasukan terbesar mereka karena penyediaan situs-situs porno tersebut.

Tak Bisa Dihilangkan
Sementara itu, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Romi Satria Wahono mengatakan, keberadaan situs porno tidak bisa dihambat. Saat ini, ada lebih dari 1,3 miliar halaman situs porno yang ada dalam jaringan internet.

“Kontribusi dari situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun,” ujarnya dalam diskusi bertema “Siapkah Sekolah Menerima Internet” di Jakarta, kemarin.

Bisnis pornografi, ia melanjutkan, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari satu miliar pengguna internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan. “Dalam setahun ada 600 film porno baru yang diproduksi,” kata Romi.

Kalaupun ditutup, situs porno yang ada dalam jaringan bisa menggunakan identitas lain untuk situsnya. “Tinggal menambah angka satu atau dua di belakangnya, dan situs bisa dioperasikan lagi,” ujarnya.

Sebenarnya......Siapkah Sekolah Menerima Internet ?

Tema diskusi menarik dalam seminar yang diadakan oleh Forum Teknologi Informasi untuk Pendidikan (FORTIP) di Hotel Atlet Century Senayan, tanggal 27 Desember 2007. Saya sendiri membawakan materi berjudul “Memikirkan Kembali Internet untuk Sekolah”. Diskusi saya buka dengan bagaimana perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatan Internet di berbagai bidang. Dan di balik semua manfaat itu, ternyata dunia Internet juga membawa sisi dunia gelap dan cybercrime, diantaranya adalah pornografi, cracking activities, carding dan software piracy. Siapkah sekolah menerima semua manfaat dan mudharat Internet itu?

Menariknya, Indonesia dengan penetrasi Internet yang relatif rendah (8%), tapi memiliki nama yang terang benderang dalam dunia cybercrime :) Ini sebenarnya karena anak muda kita punya potensi yang bagus, tapi kurang adanya ajang untuk berkompetisi secara legal. Sedangkan pornografi sendiri bisa dicegah dengan tiga cara: hukum, teknologi dan socio-culture. Hukum dan teknologi relatif kurang efektif, dan boleh dikatakan bahwa pendekatan socio-culture, yaitu dengan membuat sang anak sibuk di Internet dengan berbagai penugasan dan kegiatan kreatif adalah solusi terbaik.

Bagaimanapun juga, menurut saya Internet masuk sekolah adalah program yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa. Karena Internet memiliki manfaat yang besar dalam pembentukan SDM generasi muda kita, yaitu:

  • Membuka mata dan wawasan ke dunia luas
  • Membentuk generasi yang kreatif, produktif dan mandiri
  • Sumber ilmu pengetahuan tanpa batas
  • Membantu mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan berbagai otomasi dan sistem informasi

Adanya kesalahan pandang bahwa Internet masuk sekolah hanya membawa arti di bawah, harus segera diluruskan.

  • Internet masuk sekolah = koneksi Internet masuk sekolah
  • Internet = alat browsing, email dan chatting
  • Internet = alat lihat gambar dan video porno
  • Internet = tempat siswa mencari berbagai informasi secara bebas tanpa kontrol
  • Internet = menggantikan peran guru secara keseluruhan
  • Internet masuk sekolah = synchrounous learning

Syarat sekolah siap menerima Internet ketika pemahaman kita sudah sama bahwa Internet masuk sekolah berarti:

  • Komputer dan koneksi internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
  • Konten pendidikan berbasis Internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
  • Proses kegiatan sekolah bisa didukung dan diotomasi oleh Internet (sistem informasi)
  • Guru siap dengan konten pendidikan dan penugasan ke siswa sehingga siswa tidak terjebak ke konten negatif
  • Siswa dan guru harus sadar Internet bisa mencetak generasi kreatif , produktif, dan mandiri, tapi juga bisa mencetak generasi busuk tak bermoral

Ada keluhan bahwa kita kekurangan SDM dan infrastruktur? Bisa kita mulai dari kreatifitas dengan peralatan dan skill sederhana. Model pendidikan kreatifitas ala Jepang lewat kompetisi di acara TV “Masquerade” dan Singapore dengan eksebisi dan kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran oleh siswa SD menjadi contoh yang baik pendidikan ke generasi muda. Sedangkan kita sendiri masih lebih menyukai kompetisi yang mengandalkan tampang dan menghamburkan uang lewat sms polling.

Mudah-mudahan masyarakat kita bisa segera sadar untuk “kembali ke jalan yang benar” membenahi otak kiri dan kanan generasi muda kita. Dan mulai meninggalkan kompetisi berhadiah besar yang berkutat di wilayah user interface (baca: pakaian indah, wajah cantik atau tampan) yang kadang semu. Ingat masih banyak anak muda kita yang meskipun bertampang “kutu kupret” tapi punya kreatifitas dan kecerdasan otak seperti Jerry Yang, Larry Page atau Sergrey Brin. Cuman kadang orang-orang seperti ini tidak bisa bersekolah tinggi karena kendala finansial. Ditambah lagi pasti gugur di babak awal kalau ikutan kompetisi masuk TV. Kalaupun ada yang bernasib baik menjadi pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja, hadiahnya biasanya impas dengan modal beli buku, tiket pesawat dan nraktir temen sekelas :)

Sumber : http://romisatriawahono.net/2007/12/31/siapkah-sekolah-menerima-internet/

Minggu, Oktober 19, 2008

Meluruskan Salah Kaprah Rekayasa Perangkat Lunak


classdiagram.jpgRekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, para tester, debugger dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer) ;) Tulisan ini berusaha meluruskan salah kaprah yang terjadi tentang Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.

Sejarah munculnya Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya krisis perangkat lunak (software crisis) di era tahun 1960-an. Krisis perangkat lunak merupakan akibat langsung dari lahirnya komputer generasi ke 3 yang canggih, ditandai dengan penggunaan Integrated Circuit (IC) untuk komputer. Performansi hardware yang meningkat, membuat adanya kebutuhan untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik. Akibatnya perangkat lunak yang dihasilkan menjadi menjadi beberapa kali lebih besar dan kompleks. Pendekatan informal yang digunakan pada waktu itu dalam pengembangan perangkat lunak, menjadi tidak cukup efektif (secara cost, waktu dan kualitas). Biaya hardware mulai jatuh dan biaya perangkat lunak menjadi naik cepat. Karena itulah muncul pemikiran untuk menggunakan pendekatan engineering yang lebih pasti, efektif, standard dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak.

Dari berbagai literatur, kita dapat menyimpulkan bahwa Rekayasa Perangkat Lunak adalah:

Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), desain, coding, testing sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Kalimat “seluruh aspek produksi perangkat lunak” membawa implikasi bahwa bahwa Rekayasa Perangkat Lunak tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis pengembangan perangkat lunak tetapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, yang kesemuanya untuk mendukung terjadinya produksi perangkat lunak.

Kemudian tidak boleh dilupakan bahwa secara definisi perangkat lunak tidak hanya untuk program komputer, tetapi juga termasuk dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan yang diperlukan untuk membuat program beroperasi dengan benar. Dengan definisi ini otomatis keluaran (output) produksi perangkat lunak disamping program komputer juga dokumentasi lengkap berhubungan dengannya. Ini yang kadang kurang dipahami oleh pengembang, sehingga menganggap cukup memberikan program yang jalan (running program) ke pengguna (customer).

Rekayasa Perangkat Lunak bukan merupakan cabang ilmu Computer Science yang mempelajari tentang technical coding. Ini yang sering salah kaprah dipahami, sehingga pelajar, mahasiswa atau bahkan calon dosen ;) shock ketika dihadapkan dengan buku-buku textbook Rekayasa Perangkat Lunak yang selalu tebal dengan penjelasan sangat luas tentang bagaimana perangkat lunak diproduksi, dari aspek requirement capturing, desain, arsitektur, testing, kualitas software, sampai people/cost management. Dan ini adalah suatu kesepakatan yang sudah diterima umum tentang Rekayasa Perangkat Lunak, sejak jaman Roger S Pressman menulis buku “Software Engineering: A Practitioner’s Approach”, sampai Ian Sommerville yang kemudian datang dengan buku “Software Engineering” yang sudah sampai edisi ke 7, maupun pendatang baru semacam Hans Van Vliet, Shari Lawrence Pfleeger maupun James F Peters.

Terus bagaimana kalau kita ingin memperdalam masalah technical coding dan programming? Ada dua cabang ilmu lain yang membahas lebih dalam masalah ini, yaitu: Algoritma dan Struktur Data, dan Bahasa Pemrograman.

Kok bisa begitu, dasarnya darimana? Jadi pada hakekatnya, sebagai sebuah disiplin ilmu, Computer Science itu juga memiliki definisi, ruang lingkup, klasifikasi dan kategorisasinya. Klasifikasi yang paling terkenal dikeluarkan Task Force yang dibentuk oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ACM (Association for Computing Machinary (http://acm.org)) yang dipimpin oleh Peter J Denning, yang kemudian terkenal dengan sebutan Matriks Denning. Sangat jelas bahwa Matriks Denning memisahkan antara cabang ilmu Software Engineering dengan Algoritma dan Struktur Data, serta Bahasa Pemrograman. Itulah di paragraf awal saya sebut bahwa lebih tepat SMK, akademi atau universitas menggunakan nama jurusan (atau mata kuliah): Pemrograman Komputer, Algoritma dan Struktur Data, atau Bahasa Pemrograman, kalau memang materinya hanya mempelajari masalah bahasa pemrograman secara teknis.

Nah terus pertanyaan kembali muncul, jadi sebenarnya apa yang menjadi ruang lingkup ilmu Software Engineering itu apa? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan banyak orang, semakin banyak peneliti dan praktisi menulis maka semakin bervariasi pemahaman yang muncul, semakin banyak buku yang terbit semakin membingungkan pelajar dan mahasiswa dalam memahami secara komprehensif apa itu Rekayasa Perangkat Lunak.

Kegelisahan ini dijawab tuntas oleh IEEE Computer Society (http://computer.org) dengan membentuk tim di tahun 1998 dimana tim tersebut mulai menyusun pemahaman standard (body of knowledge) tentang bidang ilmu Software Engineering, yang kemudian terkenal dengan sebutan SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge). Sudah ada dua versi SWEBOK ini, yaitu yang diterbitkan tahun 1999 dan terakhir tahun 2004.

Tiada gading yang tak retak kata orang bijak, project IEEE Computer Society tentang SWEBOK ini sebenarnya juga banyak dikritik oleh pakar yang lain. Paling tidak dua tokoh besar dunia Software Engineering yaitu Cem Kaner and Grady Booch tidak terlalu setuju dengan materi yang ada di dalam SWEBOK, bahkan menyebutnya sebagai sebuah guide yang misguided ;) Terlepas dari hal itu, boleh dikatakan SWEBOK cukup bisa diterima banyak pihak.

Selain SWEBOK, sebenarnya ada project lain yang mirip dalam usaha menyusun pemahaman standard dalam bidang Software Engineering, yaitu CCSE (Computing Curriculum Software Engineering). Project ini juga disponsori oleh IEEE Computer Society dan ACM , hanya orientasinya sedikit berbeda, yaitu untuk membentuk kurikulum standard berhubungan dengan bidang ilmu Software Engineering. Hal ini berbeda dengan orientasi SWEBOK yang lebih umum melingkupi dunia akademisi dan praktisi.

Sumber : Romi Satria Wahono