



Daftarkan Website SMA atau penerapan ICT untuk usaha kecil
dalam rangka UG-ICT award dan menangkan
hadiah menarik.
Untuk Web SMA/SMK/Madrasah Aliyah yang telah mendaftar, wajib mencantumkan banner ICT AWARD 2009 untuk melakukan penjurian secara remote. Silakan lihat tata cara nya di menu Registration-Banner. Info lebih lanjut silakan kontak ictaward@gunadarma.ac.id
Bagi SMA/SMK/Madrasah Aliyah, Usaha kecil masih dibuka kesempatan Pendaftaran sampai 30 Juni 2009. Pemberian Penghargaan bagi Pemenang akan diselenggarakan tanggal 21 -24 Juli 2009 dalam acara seminar dan Pameran Produk Teknologi. Info Lebih Lengkap silakan lihat POSTER yang telah ada di web ini.
Organized by : |
Kriteria untuk website:
Kelengkapan fitur layanan melalui web
Traffic
Design
Kemutakhiran
Kriteria tambahan (Bagi Usaha Kecil Menengah):
Cakupan pasar
Penggunaan ICT (HP, Komputer, Internet)
Pengalaman menggunakan ICT (Waktu, Jenis ICT)
Perkembangan bisnis
Evaluasi berdasarkan deskripsi singkat
Prinsip Mekanisme Seleksi
Calon peserta mendaftar melalui website yang dibuat khusus untuk acara UG ICT award
Calon peserta cukup memasukkan informasi data diri pendaftar, alaman dan nama domain yang akan dinilai, nama instansi yang memiliki domain tersebut, dan deskripsi singkat sejarah dan perkembangan website-nya
Calon peserta untuk usaha kecil bisa didaftarkan oleh Dinas perindustrian dan perdagangan setempat, Asosiasi usaha, atau rekanan dari usaha kecil yang sukses menerapkan ICT
Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri.
Pengumuman pemenang diinformasikan melalui website UG ICT Award.
Pemenang
BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membubuhkan tanda tangan di Mobil "Esemka" buatan siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).
Pembubuhan tanda tangan tersebut, dilakukan saat mengunjungi stand-stand pameran pendidikan dalam acara puncak Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung, Selasa (26/5). Selain membubuhkan tanda tangan, Presiden SBY juga menuliskan pesan di mobil tersebut. "Karya yang membanggakan, saya harap dilanjutkan, SBY 26 Mei 2009," tulis pesan tersebut.
Mobil berbentuk pikap ekstra kabin berwarna hitam itu diberi nama Digdaya 1.51. Mobil tersebut dibuat selama 78 hari. Biaya produksinya menghabiskan dana sekitar Rp 173 juta. "Jika diproduksi masal, mungkin biaya produksinya bisa ditekan hingga Rp 80 juta per mobil," kata Bagus Gunawan, kepala SMK Singosari di pendapa Kabupaten Malang, kemarin.Mulai dari pembuatan mesin sampai dengan tahap perakitan, semuanya dikerjakan oleh siswa SMK, kata Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno, di Jakarta, Rabu, (28/1).
Prototype mobil tersebut dirakit di teaching industri di SMK, dan kepada para siswa SMK sudah diajari bagaimana cara membuat alat dan dibekali dengan prosedur kerja yang jelas. Mereka mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan itu ke teaching industry, yaitu di SMK N 10 Kota Malang, Jawa Timur.
Prototype mobil yang diberi nama Esemka SUV ini berkapasitas mesin 1.500 cc. dan prototype mobil tersebut dipamerkan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Mei 2009, dan harga jual mobil tersebut ditetapkan sekitar Rp.80 juta. Dalam perakitan prototype mobil ini, SMK menggandeng PT Nasional Motor Malang.
Selain membuat prototype mobil, kata Direktur PSMK, bermitra dengan PT.Kanzen para siswa SMK juga merakit kendaraan roda dua, dan melalui sistem getok tular, sebanyak 20 sepeda motor yang sedang dirakit sudah dipesan pembeli.
Harga jual motor tersebut ditetapkan Rp.7 juta. “Keuntungan tidak hanya pada cash, tapi dengan siswa melakukan pekerjaan riil. Artinya mereka belajar sesuatu yang nyata. Itu suatu keuntungan tidak langsung yang bisa dinikmati selain dengan cash,” katanya.
Sumber : ditpsmk.net
Pernah mendengar istilah SIAP Online? Dua kata ini bukanlah slogan bagi para pecinta dunia internet, bukan pula ajakan untuk ber-online dengan rekan sejawat. Istilah ini adalah salah satu sistem aplikasi pendidikan yang berbasis media online untuk mempermudah sistem pendidikan di Indonesia.
Kebutuhan akan informasi pendidikan merupakan bahan dasar dari tercetusnya ide software ini. SIAP Online atau Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Online merupakan produk layanan berlangganan aplikasi perangkat lunak yang online real time dan 100% berbasis web. Sistem ini dibangun dengan konsep Software as a Service (SaaS).
“Sistem ini mengintegrasikan kebutuhan informasi dari semua pihak yang berhubungan dengan pendidikan, baik sekolah, siswa, guru, staf administrasi sekolah, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan Pusat,” ujar Rakhmat Januardy, pembuat software SIAP online.
Selain itu, tutur dia, SIAP Online tak hanya menyediakan fitur, tetapi juga modul pendidikan dengan harga terjangkau. Beberapa aplikasinya antara lain SIAP Guru, SIAP Siswa, SIAP Ortu (Orang Tua), SIAP PSB Online, dan SIAP Web. Inovasi semacam ini diperlukan untuk memudahkan akses setiap pihak yang berkaitan dengan sistem pendidikan.
Ide pembuatan sistem ini berawal dari munculnya solusi yang dirasa perlu menjembatani komunitas sekolah dengan pihak sekolah, dan dinas pendidikan tingkat kota dan kabupaten, propinsi hingga pusat. Prinsip awal sistem ini berlandaskan pada tujuh hal, yakni biaya terjangkau, handal, berkesinambungan, bertautan dan terpadu, berdaya jangkau luas, mampu beradaptasi, dan kemampuan operasional yang mudah.
Layaknya pengembangan software lainnya, sistem ini pun menghadapi berbagai tahap yang cukup panjang. Proses pengembangannya melalui proses-proses standar software engineering.Mulai proses identifikasi spesifikasi, desain, pemrograman, testing hingga implementasi. Umpan balik dari para pengguna juga menjadi bagian penting dalam proses development. “Kami menggunakan model Agile Development Process dalam pembangunan sistem SIAP Online ini,” jelas Januardy.
Modal ide inilah yang menjadikan SIAP Online memiliki manfaat cukup besar bagi sistem informasi pendidikan. Tak hanya minim investasi, aplikasi ini juga memiliki akses 24 jam, dan update gratis. Pengguna hanya perlu menyediakan PC atau laptop yang terkoneksi dengan internet.
Manajemen pendidikan yang sering carut marut, bisa diatasi dengan sistem ini. Data-data mengenai siswa, guru, dan beragam informasi bisa diinput dengan mudah, termasuk modul dan kebijakan pemerintah tentang pendidikan. Karena user- nya tidak dibatasi, pihak-pihak yang berkepentingan bisa berlangganan sistem ini.
Saat ini, SIAP Online telah digunakan di 11 Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan satu Dinas Pendidikan Propinsi. Totalnya 1.041 sekolah, 156.000 siswa. Hingga kini, masih berlangsung proses registrasi sekolah-sekolah dan dinas pendidikan kota/kabupaten lainnya.
Rebut Juara INAICTA 2008
Pembuktian keunggulan SIAP Online juga diperlihatkan lewat ajang INAICTA 2008. Sistem ini mampu merebut hati juri dengan memenangkan INAICTA 2008 kategori edukasi. “Kemenangan SIAP Online di INAICTA adalah salah satu bukti bahwa produk ini layak digunakan oleh segmen pendidikan di Indonesia,” tandas Januardy.
Kesempatan emas pun didapat Januardy dan timnya. Mereka mendapatkan kesempatan bekerjasama dengan PT Telkom untuk pengembangan dan pemasaran produknya. Lewat kerjasama ini, tak hanya keuntungan dari sisi bisnis, penyempurnaan teknologi juga dilakukan untuk mencapai produk yang lebih baik.
“Dengan dukungan, bantuan dan melibatkan para ahli TIK dari PT Telkom, SIAP Online telah mengalami banyak kemajuan dalam pengembangan dan pemutakhiran teknologinya. Sebagai contoh, SIAP Online yang berjalan saat ini menggunakan infrastruktur “Cloud Computing” yang disediakan oleh PT Telkom. Dan hal ini tentunya akan meningkatkan nilai jual dan jaminan kesinambungan sistem untuk dapat digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Dengan sistem ini, harap Januardy, sistem informasi pendidikan lebih akuntabel dengan harga terjangkau. Slogan “Satu Solusi Multi Fungsi” yang diterapkan untuk sistem ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak. Hingga, sistem informasi pendidikan Indonesia benar-benar siap menuju pendidikan yang lebih baik.
Sumber : http://inaicta.web.id
Siswa SMK ternyata mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! Sekali lagi SMK Bisa!!!.
Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo ketika membuka Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional ke-17 dan Pameran Kreasi Siswa SMK Tahun 2009, Kamis (21/5). Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Direktur PSMK Joko Sutrisno, mantan mendikbud Wardiman Djojonegoro.
Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Tingkat Nasional dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, jelas mendiknas.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara SMK dengan mitra industri. Kami percaya, tujuan tersebut dapat tercapai karena semua stakeholders telah mendukung dan mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Mendiknas juga mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat International melalui World Skill Competition (WSC). “Ajang LKS ini dapat pula dijadikan promosi tamatan SMK kepada para pengguna lulusan, sehingga tamatan SMK dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, tegasnya.
Bersamaan dengan LKS ini diselenggarakan pula Pameran Kreasi Siswa SMK yang merupakan kegiatan sinergi SMK dengan para mitra industrinya.
LKS siswa SMK yang meliputi bidang Teknologi, Bisnis, Pariwisata, Pertanian dan Seni Kria merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumberdaya manusia.
Mendiknas menyatakan, melalui pameran ini kita dapat melihat bahwa siswa SMK bisa menunjukkan kemampuannya dan diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus berkreasi melahirkan karya karya inovatif yang bermanfaat.
“Mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! sekali lagi “SMK Bisa!!!
Kegiatan LKS dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini diharapkan dapat berlanjut di tahun tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mitra industri dan partisipasi pihak Pemda, sehingga harapan terciptanya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi, mencintai bangsa dan negara Indonesia serta mampu berkompetisi di era global dapat terwujud.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memupuk persahabatan, meningkatkan jiwa sportifitas dan menumbuhkan kebersamaan, baik secara individu maupun kelembagaan. Kebersamaan ini akan berdampak baik pada kesamaan gerak dan langkah stakeholders dalam mengembangkan pendidikan kejuruan di Indonesia.
Pada kesempatan itu, mendiknas menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada mitra industri, instansi terkait, maupun individu-individu yang telah mendukung pelaksanaan LKS dan Pameran ini.
Sumber : lks.ditpsmk.net
TELKOM SIAP Online adalah salah satu produk Application Services Provider (ASP) dari PT. Telkom yang menyediakan solusi khusus layanan aplikasi online di bidang pendidikan. Melalui SIAP Online, PT. Telkom berkomitmen untuk turut aktif berperan serta mendukung program-program pendidikan nasional melalui layanan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang handal, berkualitas tinggi dan terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Sistem SIAP Online telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan akan layanan-layanan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di Indonesia secara terintegrasi dan online real-time. Beragam jenis aplikasi disediakan untuk memudahkan pihak Dinas Pendidikan Propinsi/Kota/Kabupaten, Sekolah, Guru, Siswa hingga Orangtua Siswa dalam pengelolaan data, berbagi informasi dan saling berkomunikasi secara interaktif dan terpadu.TELKOM SIAP Online terdiri dari sederatan paket aplikasi untuk memenuhi beragam kebutuhan para penggunanya,seluruh paket aplikasi yang disediakan telah dirancang saling terintegrasi satu dengan lainnya. Bersama TELKOM SIAP Online kami wujudkan Total Solusi Online bagi dunia pendidikan Indonesia, dan salah satunya adalah SIAP PSB ONLINE REAL TIME.
SIAP PSB Online Real Time merupakan sistem yang dibangun dengan berbasis web sehingga bisa di akses dari manapun dengan hanya cukup terkoneksi internet, sistem ini dibangun dengan framework rules by system yang dapat melakukan proses seleksi tanpa campur tangan manusia sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan bersihnya sistem penerimaan siswa baru. Dengan sistem berbasis kepada multi model, sistem ini mampu mengakomodasi aturan-aturan yang berbeda di tiap-tiap daerah dalam pelaksanaan PSB. Fitur sms juga memberikan kenyamanan bagi para siswa dan orang tua dalam mendapatkan informasinya.
Data Petugas Implementator :
| No | Instansi | Kabupaten / | DATA IT ENGINEER | ||||
| Nama | Alamat | Tlp | E-Mail | Keterangan | |||
| 1 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Dairi | Jasman Manihuruk, Spd. | Jl. Jend. Ahmad Yani No. 136A Sidikalang | 081375898075 | Domisili | |
| 2 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Humbang Hasundutan | Agus Letwing Manik, Spd. | Jl. Dolok Sanggul KM 6 Dolok Sanggul | 081361112847 | Domisili | |
| 3 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Mandailing Natal | Bastian Purba, Spd. | Jl. Sukaramai Aek Galoga Desa Pituli Lombang | 081361022446 | Domisili | |
| 4 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Nias | Rudi Akbar Saragih | Jl. Padang Sidempuan KM 7.5 Sibuluan 1 Tapanuli Tengah | 081396699877 | Bukan Domisili | |
| 5 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Nias Selatan | Azwar Anas Pasaribu | Jln. Dongol Lumban Tobing No. 39 Pandan | 081361533256 | Bukan Domisili | |
| 6 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Pak-Pak Barat | Jasper Sikettang, Spd. | Desa Singgabur, Kec. STTU Julu | 081361120668 | Domisili | |
| 7 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Samosir | Jerry Manimbultua | Jl. Gereja No. 9A Panguruan | 081361485438 | Domisili | |
| 8 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Serdang Bedagai | Marsudi | Jl. Medan-Tebing Tinggi KM. 39.9 Perbaungan | 081375888544 | Domisili | |
| 9 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Tapanuli Tengah | Zainudin Saragih, S.Kom | Jl. Padang Sidempuan KM 7.5 Sibuluan 1 Tapanuli Tengah | 081361467031 | Domisili | |
| 10 | Dinas Pendidikan Kabupaten | Kab. Tapanuli Utara | Haposan P. Hutauruk | Jl. Pembangunan Dsn III Desa Hutauruk | 081362432516 | Domisili | |
| 11 | Dinas Pendidikan Kota | | Bambang Lesmana | Jl. WR. Mongonsidi No. 22 Binjai | 06177568330 | Domisili | |
Bersama ini kami informasikan pelaksanaan bimbingan teknis per tahap, tahap 2 dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 20 Mei 2009 untuk wilayah/propinsi (DKI
Jakarta, Jawa Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku) bagi ICT Center yang belum menirima undangan agar segera konfirmasi ke telp. 021-5725467.
Pelaksanaan bimbingan teknis tahap 3 dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 28 Mei 2009 untuk wilayah/propinsi (Banten, NAD,Sumut, Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Bal, Sulbar, Sultra, Maluku Utara, Papua, Papua Barat) bagi ICT Center yang belum menirima undangan agar segera konfirmasi ke telp. 021-5725467, mohon diteruskan ke teman lainnya, tx
Deras dan gencarnya arus siaran hiburan lewat media teve maupun radio bisa dikatakan salah satu sebab anak remaja lebih doyan mengonsumsi lagu-lagu pop lokal maupun luar ketimbang lagu nasional.
Bila dipilih dua di antara satu, dapat dipastikan pelajar sekarang lebih jago mendendangkan 'Saat Terakhir'nya ST 12 dibandingkan 'Rayuan Pulau Kelapa'. Kondisi ini memilukan hati karena lagu nasional menjadi tersisihkan (tereleminir) lagu pop.
Nada yang Monoton
Ragamnya pilihan lagu pop, baik dalam negeri maupun luar negeri serta monotonnya lagu nasional adalah penyebab banyak siswa kurang tertarik menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebut saja, Yossi Riza Hidayati (11) siswi SD Pertiwi mengaku lebih menyenangi lagu-lagu barat ketimbang lagu nasional.
"Belajar lagu nasional itu penting, tapi saya lebih suka menyanyikan lagu-lagu pop barat," aku siswi yang juga jago melukis ini.
Sedangkan Andi DJ (16), siswa SMK 9 Medan, menganggap lagu-lagu nasional adalah lagu yang memiliki syair bagus. "Lagu nasional itu menggambarkan kenyataan," ungkapnya. Namun Andi tak menyangkal bahwa nada-nada dari lagu nasional itu cenderung monoton. Kondisi ini mungkin yang membuat para siswa enggan mengingatnya dengan baik.
Kecenderungan minimnya minat siswa terhadap lagu-lagu nasional itu mengakibatkan mereka kurang atau pun tidak hafal akan lagu-lagu yang kental dengan nuansa kebangsaan tersebut.
Seperti yang terjadi pada peringatan Hari Anak Nasional Sumatera Utara akhir Juli 2008 lalu dengan tema 'Saya Anak Indonesia Sejati, Sehat, Mandiri dan Kreatif', yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE di Citra Garden Medan.
Dengan disaksikan para Kepala Dinas Pendidikan, Kasdam I/BB, Wakapoldasu, Muspida Kota Medan dan undangan lainnya, Gubsu meminta ribuan siswa yang hadir dalam perhelatan tersebut untuk menyanyikan satu dari 10 lagu wajib nasional.
Sayangnya permintaan itu tidak mendapat respons dari ribuan siswa. Meskipun Gubsu sudah mengimingi akan memberi hadiah bagi siswa yang bisa hafal menyanyikan lagu nasional dari Barat sampai ke Timur. Namun tetap saja tak ada yang bisa menyanyikannya.
Hal yang sama juga terjadi baru-baru ini saat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan, untuk menyaksikan pelantikan pengurus Dewan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan perguruan itu Maret 2009 kemarin.
Karena nyanyiannya yang berjudul 'Tanah Air' tidak diiringi para mahasiswa, Erman Suparno terpaksa mengulang lagu itu kembali yang diikuti sejumlah mahasiswa dengan lirik lagu yang tidak hafal seluruhnya.
Kurang Diberdayakan di Sekolah
Khansa Khalisah (13) siswi SMP Negeri 16 Medan mengatakan meski sebagian lagu nasional membuat ngantuk tapi banyak juga yang menyentuh hati, baik syair atau pun melodinya. Tapi sayang Khansa menilai sekolah kurang memberdayakan lagu-lagu nasional. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja lagu-lagu tersebut didengungkan.
"Kalau di sekolah sering dipelajari dan dinyanyikan mungkin siswa akan lebih berminat," terang penduduk Jalan Beringin ini.
Diakui Khansa, pelajaran Seni Musik di sekolahnya lebih ditekankan pada penguasaan alat musik, lagu daerah dan olah vokal. Untuk pembelajaran lagu nasional sendiri dikatakan Khansa jarang. "Waktu upacara, kami nyanyi Indonesia Raya dan Hening Cipta," tambahnya.
Selain upacara, momen menyanyikan lagu nasional lebih kepada masa-masa menjelang ujian mata pelajaran Seni Musik. "Ujian mata pelajaran seni musik yang biasa diujikan ya lagu-lagu nasional," ucapnya lagi.
Metode Belajar Lebih Menarik
Hany Sihotang (29) guru Seni Musik di SD Methodist 12 Medan mengatakan amat penting mempelajari lagu-lagu nasional. "Lagu-lagu tersebut tidak asal jadi, tetapi ada sejarah di balik pembuatan lagu tersebut," papar guru yang biasa dipanggil Neny ini.
Sayangnya diakui Neny, banyak remaja yang kurang berminat untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Antara lain karena tingkat kesulitan membuat remaja enggan menyanyikannya. Juga syairnya yang membuat jenuh.
Namun demikian disebutkan Neny, bila metode belajarnya menyenangkan akan diminati siswa. Tentunya ini tak lepas dari peran guru bagaimana membuat siswa tidak 'suntuk' mempelajari mata pelajaran Seni Musik. "Belajar tanpa paksaan dan juga tanpa kekerasan," paparnya.
Membangun Nasionalisme Lewat Lagu Nasional
Kepala Dinas Pendidikan Medan Drs. Hasan Basri MM menilai pentingnya mempelajari lagu nasional. Apalagi di zaman sekarang. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi. "Mempelajari dan menyanyikan lagu nasional adalah salah satu cara membangun nasionalisme," paparnya.
Untuk itu pihaknya sudah mengimbau sekolah-sekolah untuk mewajibkan lagu-lagu nasional dalam pelajaran di sekolah.
Selain menjadikannya menu wajib bagi pelajaran di sekolah, kata Hasan patut juga diperhatikan adalah metode penyampaiannya guna meningkatkan gairah belajar siswa. Perlu ada diklat-diklat dan contoh-contoh pembelajaran yang lebih beragam.
Menanggapi minimnya minat siswa terhadap lagu nasional, Hasan mengatakan perlu diadakan survei khusus untuk bisa mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap lagu nasional.
Tidak Ada Kewajiban
Peristiwa yang membuat kesal Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno saat berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan karena lagu nasional yang dipimpinnya tidak mampu diiringi para mahasiswa, menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah Sumut H Bahdin Nur Tanjung SE MM hendaknya menjadi "peringatan" bagi perguruan tinggi lainnya untuk mengimbau para mahasiswa memahami dan mencintai lagu nasional.
Bahdin yang juga Rektor UMSU ini mengaku ketidakpahaman para mahasiswa terhadap lagu nasional itu karena di perguruan tinggi tidak ada kewajiban menghafal lagu nasional. Namun sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, hendaknya lembaga pendidikan tinggi itu juga menerapkan kebiasaan para mahasiswa agar mengingat lagu nasional.
Menurut Bahdin, metode yang diterapkan tidak seperti siswa di sekolah, melainkan pemberian tugas memaknai arti lagu-lagu nasional dalam bentuk laporan pada mata kuliah kewiraan.
Sementara itu bagi Yanti (21) mahasiswi Fisipol Universitas Sumatera Utara, sudah tidak eranya lagi hafal lagu nasional. "Wajarlah jika kami lupa lagu-lagu nasional, karena selain memang tidak dipelajari di perguruan tinggi juga disibuki dengan tugas-tugas dari dosen. Jadi tidak sempat lagi kami untuk menghafalnya," ujar Yanti.
Sumber : Harian Global
Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2009 sejumlah sekolah di Sumut resah dan khawatir banyak siswanya diprediksi tak lulus UN. Hal itu terkait keterlibatan perguruan tinggi negeri untuk mengscan (pindai) terhadap Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) bagi siswa SMA dan MA.
“Selama ini jika ada kekeliruan dan kesalahan data di LJUN siswa, pihak sekolah bisa mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Sumut (Disdiksu) secara tertulis untuk membantu memvalidasi data itu,” ujar Osbet Sinaga, salah seorang Ketua Yayasan Pendidikan di Medan kepada Global, Kamis (16/4).
Namun dengan tidak diberikannya kesempatan memperbaiki data itu oleh pihak Unimed, dikhawatirkan akan banyak siswa tidak lulus UN karena data tidak terbaca alat scanner.
Sementara itu, Ketua panitia UN Disdiksu Drs Hermanyur MSi mengakui, selama ini pihaknya acapkali menerima surat permintaan bantuan memvalidasi data dari sejumlah sekolah di Sumut pada saat UN. Kesalahan itu bisa terjadi karena siswa tidak menggunakan pensil standar yang telah ditentukan, sehingga tidak terbaca mesin scanning. Menurutnya, bantuan itu bisa dilakukan karena kemungkinan bisa saja isian data tidak terbaca akibat kurang jelas dalam melingkari LJUN, jadi bukan membantu membenarkan jawaban.
Pada rapat koordinasi beberapa hari lalu dengan para pengawas di Unimed, kata Hermansyur, hal itu sudah dibicarakan. Karena itu diharapkan pengawas memahami permasalahannya. “Kita tidak ingin siswa banyak tidak lulus akibat kecanggihan alat itu,” ujar Hermansyur seraya menyebutkan, jika perlu Unimed membuka posko pengaduan dari masyarakat.
Penanggung Jawab Pengawas UN 2009 Prof H Syawal Gultom MPd mengatakan, pihaknya tidak akan memperbaiki LJUN yang sudah masuk ke Unimed.
Untuk menghindari agar jangan terjadi kesalahan, pengawas ujian akan bertugas mengingatkan siswa peserta ujian mencek ulang LJUN paling lambat 15 menit sebelum ujian berakhir, sebab jika telah selesai dipindai (scaning), seluruh LJUN akan langsung dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang (Puspendik) Depdiknas yang berada di bawah koor dinir Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Pusat.
Sumber : Harian Global Sumut