Rabu, April 22, 2009
Angin Kencang dan Hujan Lebat merusakkan Bangunan Sekolah
Kepala Sekolah STM Pemda Drs Waluyo kepada wartawan, Selasa (21/4), mengatakan, 4 ruang kelas yang dijadikan ruangan ujian nasional (UN), rusak dihantam angin dan hujan lebat hari Senin malam. Terpaksa malam itu juga perlengkapan dipindahkan ke ruangan kelas lain supaya murid peserta UN bisa mengikuti ujian, Selasa pagi.
“Malam itu juga terpaksa buru-buru menyusun bangku sekolah agar hari Selasa pagi para siswa siswi peserta ujian tidak terganggu,” paparnya.
Gedung STM Pemda yang dibangun tahun 1971 itu merupakan salah satu bangunan sekolah yang didesain sedemikian rupa memakai kayu, namun 4 ruangan kelas rusak cukup parah akibat hujan lebat dan angin kencang. Rangka atap dan dudukan kuda-kuda kerangka bangunan serta sengnya terbang sejauh 8 meter.
“Kalau menilik bangunan model sekarang, saya bisa pastikan kerangka atap dan sengnya bakal terbang semua,” ujarnya.
Sekolah yang berdekatan dengan STM Pemda, SMPN 1 Rantau Selatan juga mengalami kerusakan. Puluhan seng secara sporadis terbang dan mematahkan sebagian kayu peyanggah seng.
Menurut Kasek Drs Sanuddin Desky, sekolah yang dibinanya mengalami kerusakan satu ruangan kelas dan satu ruangan guru.
“Kami sudah kordinasi dengan kepala sekolah STM Pemda untuk membuat laporan ke Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu dan sekaligus berharap ada perhatian dari dinas sehingga bangunan yang rusak bisa diperbaiki,” ujarnya.
Sumber : hariansib
Jumat, April 17, 2009
Naif....Siswa lebih Hapal Lagu ST12 daripada Lagu Nasional.....
Deras dan gencarnya arus siaran hiburan lewat media teve maupun radio bisa dikatakan salah satu sebab anak remaja lebih doyan mengonsumsi lagu-lagu pop lokal maupun luar ketimbang lagu nasional.
Bila dipilih dua di antara satu, dapat dipastikan pelajar sekarang lebih jago mendendangkan 'Saat Terakhir'nya ST 12 dibandingkan 'Rayuan Pulau Kelapa'. Kondisi ini memilukan hati karena lagu nasional menjadi tersisihkan (tereleminir) lagu pop.
Nada yang Monoton
Ragamnya pilihan lagu pop, baik dalam negeri maupun luar negeri serta monotonnya lagu nasional adalah penyebab banyak siswa kurang tertarik menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebut saja, Yossi Riza Hidayati (11) siswi SD Pertiwi mengaku lebih menyenangi lagu-lagu barat ketimbang lagu nasional.
"Belajar lagu nasional itu penting, tapi saya lebih suka menyanyikan lagu-lagu pop barat," aku siswi yang juga jago melukis ini.
Sedangkan Andi DJ (16), siswa SMK 9 Medan, menganggap lagu-lagu nasional adalah lagu yang memiliki syair bagus. "Lagu nasional itu menggambarkan kenyataan," ungkapnya. Namun Andi tak menyangkal bahwa nada-nada dari lagu nasional itu cenderung monoton. Kondisi ini mungkin yang membuat para siswa enggan mengingatnya dengan baik.
Kecenderungan minimnya minat siswa terhadap lagu-lagu nasional itu mengakibatkan mereka kurang atau pun tidak hafal akan lagu-lagu yang kental dengan nuansa kebangsaan tersebut.
Seperti yang terjadi pada peringatan Hari Anak Nasional Sumatera Utara akhir Juli 2008 lalu dengan tema 'Saya Anak Indonesia Sejati, Sehat, Mandiri dan Kreatif', yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE di Citra Garden Medan.
Dengan disaksikan para Kepala Dinas Pendidikan, Kasdam I/BB, Wakapoldasu, Muspida Kota Medan dan undangan lainnya, Gubsu meminta ribuan siswa yang hadir dalam perhelatan tersebut untuk menyanyikan satu dari 10 lagu wajib nasional.
Sayangnya permintaan itu tidak mendapat respons dari ribuan siswa. Meskipun Gubsu sudah mengimingi akan memberi hadiah bagi siswa yang bisa hafal menyanyikan lagu nasional dari Barat sampai ke Timur. Namun tetap saja tak ada yang bisa menyanyikannya.
Hal yang sama juga terjadi baru-baru ini saat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan, untuk menyaksikan pelantikan pengurus Dewan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan perguruan itu Maret 2009 kemarin.
Karena nyanyiannya yang berjudul 'Tanah Air' tidak diiringi para mahasiswa, Erman Suparno terpaksa mengulang lagu itu kembali yang diikuti sejumlah mahasiswa dengan lirik lagu yang tidak hafal seluruhnya.
Kurang Diberdayakan di Sekolah
Khansa Khalisah (13) siswi SMP Negeri 16 Medan mengatakan meski sebagian lagu nasional membuat ngantuk tapi banyak juga yang menyentuh hati, baik syair atau pun melodinya. Tapi sayang Khansa menilai sekolah kurang memberdayakan lagu-lagu nasional. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja lagu-lagu tersebut didengungkan.
"Kalau di sekolah sering dipelajari dan dinyanyikan mungkin siswa akan lebih berminat," terang penduduk Jalan Beringin ini.
Diakui Khansa, pelajaran Seni Musik di sekolahnya lebih ditekankan pada penguasaan alat musik, lagu daerah dan olah vokal. Untuk pembelajaran lagu nasional sendiri dikatakan Khansa jarang. "Waktu upacara, kami nyanyi Indonesia Raya dan Hening Cipta," tambahnya.
Selain upacara, momen menyanyikan lagu nasional lebih kepada masa-masa menjelang ujian mata pelajaran Seni Musik. "Ujian mata pelajaran seni musik yang biasa diujikan ya lagu-lagu nasional," ucapnya lagi.
Metode Belajar Lebih Menarik
Hany Sihotang (29) guru Seni Musik di SD Methodist 12 Medan mengatakan amat penting mempelajari lagu-lagu nasional. "Lagu-lagu tersebut tidak asal jadi, tetapi ada sejarah di balik pembuatan lagu tersebut," papar guru yang biasa dipanggil Neny ini.
Sayangnya diakui Neny, banyak remaja yang kurang berminat untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Antara lain karena tingkat kesulitan membuat remaja enggan menyanyikannya. Juga syairnya yang membuat jenuh.
Namun demikian disebutkan Neny, bila metode belajarnya menyenangkan akan diminati siswa. Tentunya ini tak lepas dari peran guru bagaimana membuat siswa tidak 'suntuk' mempelajari mata pelajaran Seni Musik. "Belajar tanpa paksaan dan juga tanpa kekerasan," paparnya.
Membangun Nasionalisme Lewat Lagu Nasional
Kepala Dinas Pendidikan Medan Drs. Hasan Basri MM menilai pentingnya mempelajari lagu nasional. Apalagi di zaman sekarang. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi. "Mempelajari dan menyanyikan lagu nasional adalah salah satu cara membangun nasionalisme," paparnya.
Untuk itu pihaknya sudah mengimbau sekolah-sekolah untuk mewajibkan lagu-lagu nasional dalam pelajaran di sekolah.
Selain menjadikannya menu wajib bagi pelajaran di sekolah, kata Hasan patut juga diperhatikan adalah metode penyampaiannya guna meningkatkan gairah belajar siswa. Perlu ada diklat-diklat dan contoh-contoh pembelajaran yang lebih beragam.
Menanggapi minimnya minat siswa terhadap lagu nasional, Hasan mengatakan perlu diadakan survei khusus untuk bisa mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap lagu nasional.
Tidak Ada Kewajiban
Peristiwa yang membuat kesal Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno saat berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan karena lagu nasional yang dipimpinnya tidak mampu diiringi para mahasiswa, menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah Sumut H Bahdin Nur Tanjung SE MM hendaknya menjadi "peringatan" bagi perguruan tinggi lainnya untuk mengimbau para mahasiswa memahami dan mencintai lagu nasional.
Bahdin yang juga Rektor UMSU ini mengaku ketidakpahaman para mahasiswa terhadap lagu nasional itu karena di perguruan tinggi tidak ada kewajiban menghafal lagu nasional. Namun sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, hendaknya lembaga pendidikan tinggi itu juga menerapkan kebiasaan para mahasiswa agar mengingat lagu nasional.
Menurut Bahdin, metode yang diterapkan tidak seperti siswa di sekolah, melainkan pemberian tugas memaknai arti lagu-lagu nasional dalam bentuk laporan pada mata kuliah kewiraan.
Sementara itu bagi Yanti (21) mahasiswi Fisipol Universitas Sumatera Utara, sudah tidak eranya lagi hafal lagu nasional. "Wajarlah jika kami lupa lagu-lagu nasional, karena selain memang tidak dipelajari di perguruan tinggi juga disibuki dengan tugas-tugas dari dosen. Jadi tidak sempat lagi kami untuk menghafalnya," ujar Yanti.
Sumber : Harian Global
Masyarakat Resah Akan Banyak Siswa Tidak Lulus UAN 2009
Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2009 sejumlah sekolah di Sumut resah dan khawatir banyak siswanya diprediksi tak lulus UN. Hal itu terkait keterlibatan perguruan tinggi negeri untuk mengscan (pindai) terhadap Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) bagi siswa SMA dan MA.
“Selama ini jika ada kekeliruan dan kesalahan data di LJUN siswa, pihak sekolah bisa mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Sumut (Disdiksu) secara tertulis untuk membantu memvalidasi data itu,” ujar Osbet Sinaga, salah seorang Ketua Yayasan Pendidikan di Medan kepada Global, Kamis (16/4).
Namun dengan tidak diberikannya kesempatan memperbaiki data itu oleh pihak Unimed, dikhawatirkan akan banyak siswa tidak lulus UN karena data tidak terbaca alat scanner.
Sementara itu, Ketua panitia UN Disdiksu Drs Hermanyur MSi mengakui, selama ini pihaknya acapkali menerima surat permintaan bantuan memvalidasi data dari sejumlah sekolah di Sumut pada saat UN. Kesalahan itu bisa terjadi karena siswa tidak menggunakan pensil standar yang telah ditentukan, sehingga tidak terbaca mesin scanning. Menurutnya, bantuan itu bisa dilakukan karena kemungkinan bisa saja isian data tidak terbaca akibat kurang jelas dalam melingkari LJUN, jadi bukan membantu membenarkan jawaban.
Pada rapat koordinasi beberapa hari lalu dengan para pengawas di Unimed, kata Hermansyur, hal itu sudah dibicarakan. Karena itu diharapkan pengawas memahami permasalahannya. “Kita tidak ingin siswa banyak tidak lulus akibat kecanggihan alat itu,” ujar Hermansyur seraya menyebutkan, jika perlu Unimed membuka posko pengaduan dari masyarakat.
Penanggung Jawab Pengawas UN 2009 Prof H Syawal Gultom MPd mengatakan, pihaknya tidak akan memperbaiki LJUN yang sudah masuk ke Unimed.
Untuk menghindari agar jangan terjadi kesalahan, pengawas ujian akan bertugas mengingatkan siswa peserta ujian mencek ulang LJUN paling lambat 15 menit sebelum ujian berakhir, sebab jika telah selesai dipindai (scaning), seluruh LJUN akan langsung dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang (Puspendik) Depdiknas yang berada di bawah koor dinir Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Pusat.
Sumber : Harian Global Sumut
Kamis, April 16, 2009
Jumat, April 10, 2009
Himbauan Hacker Indonesia Untuk Pemilu 2009
Komunitas underground teknologi informasi di Indonesia, yang kerap disebut hacker, membuat seruan bersama terkait Pemilu 2009. Jasakom, Echo dan kelompok lainnya angkat bicara.
Seruan bersama kelompok yang giat dalam hal keamanan komputer di Indonesia itu mulai menyebar di berbagai mailing list dan forum pada 7 April 2009. Inti seruan itu adalah mensukseskan Pemilu 2009.
Salinan seruan itu diterima detikINET, Kamis (9/4/2009). Di dalam seruanh itu tercatat nama komunitas yang cukup ternama seperti Coder, Echo, Jasakom, Komunitas Keamanan Informasi (KKI), Virologi, dan komunitas lainnya.
Berikut adalah salinan seruan tersebut:
Kepada Seluruh Rekan-Rekan Komunitas Teknologi Informasi di Tanah Air,
Pemilu merupakan kegiatan akbar penyaluran aspirasi politik yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia sehingga seluruh rakyat berkepentingan mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2009.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, rekan-rekan BPPT (sebagai Tim TI KPU) dan ID-SIRTII, bersama-sama dengan berbagai komunitas yang berhubungan dengan keamanan informasi, antara lain: Coder, Echo, Jasakom, Komunitas Keamanan Informasi (KKI), Virologi, dan komunitas lainnya berusaha meningkatkan keamanan TI Pemilu 2009 sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Kami menghimbau kepada siapapun yang merasa sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan merasa memiliki negara ini, terutama rekan-rekan yang bergabung dalam berbagai komunitas teknologi informasi untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2009 dengan cara:
1. Tidak melakukan hal-hal yang berpotensi melanggar hukum, terutama UU ITE, terhadap sistem Pemilu dan infrastruktur yang digunakan.
2. Memberikan berbagai masukan atau informasi yang diterima dari sumber manapun yang berkaitan dengan keamanan TI Pemilu 2009 ke nomer Hotline 087883728787, Fax : 021-56957634 atau email ke
pemilu2009@echo.or.id
pemilu2009@coder.web.id
pemilu2009@jasakom.com
pemilu2009@securityfirst.or.id
pemilu2009@virologi.info
Terimakasih atas kesediaan rekan-rekan meneruskan himbauan ini kepada rekan-rekan lainnya.
Salam,
Coder, Echo, Jasakom, KKI, Virologi dan Komunitas-Komunitas TI Lainnya
Sumber : http://detikinet.com
RSJMM Bogor Sediakan Kamar VIP Untuk Caleg Stres
Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor mengantisipasi para caleg yang frustrasi jika dalam pemilihan legislatif yang berlangsung hari ini ternyata mereka tidak terpilih. Frustasi karena tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih.
Demikian diungkap penanggung jawab Ruang Srikandi RSJMM Nandang Suryana ketika ditemui di ruang kerjanya, Bogor, Kamis (9/4). Ruang Srikandi, kata Nandang, adalah ruang perawatan pasien gangguan mental dengan kapasitas 22 orang; 18 orang di kelas 1 plus dan 4 orang di kelas VIP.
"Untuk antisipasi tersebut kami telah membangun 2 kamar VIP baru. Sedang 2 kamar VIP lain telah ada sebelumnya tapi kami siapkan juga," kata Nandang. Ruangan yang mulai dibangun bulan Desember 2008 itu kini keadaannya sudah 95 persen selesai.
Lebih lanjut Nandang mengatakan bahwa pembangunan ruang tambahan tersebut tidak khusus untuk para caleg yang frustrasi. "Ini adalah bagian dari peningkatan pelayanan rumah sakit. Tapi, kalau ada caleg yang stres dan mau dirawat di sini, kenapa tidak?" ungkap Nandang.
Dari pengamatan Kompas.com, 2 kamar VIP yang kondisinya sudah 95 persen siap huni itu, memiliki luas 3,4 meter x 4,5 meter. Di dalam ruangan tersebut sudah dilengkapi seperangkat tempat tidur dan lemari, 1 unit AC, 1 unit kulkas, 1 unit televisi flat 21 inci, dan seperangkat kursi dengan satu sofa panjang.
Sedangkan untuk 2 kamar VIP yang lain, ukurannya lebih luas, yaitu 5 meter x 4 meter. Fasilitas yang ditawarkan hampir sama, tetapi kursinya ada 2 set dan bisa ditambah satu tempat tidur lagi untuk yang menjaga pasien.
Menurut Nandang, pasien tinggal memilih mau ruangan yang mana. "Untuk 2 kamar itu Rp 200.000 per hari, sedangkan yang lebih besar biayanya Rp 250.000 per hari," kata Nandang.
Antisipasi maupun prediksi akan adanya caleg yang dirawat di ruang VIP di Srikandi atau di ruang lain di RSJMM ini bisa menjadi kenyataan karena pada pascapemilihan legislatif tahun 2004 ada caleg yang dirawat di sini. "Menurut informasi yang pernah saya terima, memang pernah ada caleg yang dirawat di sini tahun 2004 setelah tidak terpilih," pungkas Nandang.
Sumber : http://kompas.com
Hasil Sementara Quick Count Pemilu 2009 - 09/04/09
| Ranking | Penyelenggara Survei | |||||||
| LSI (1) | LSN | LSI (2) | CIRUS | |||||
| 1 | Demokrat | 20,46% | Demokrat | 20,22% | Demokrat | 20,34% | Demokrat | 20,61% |
| 2 | PDIP | 14,41% | Golkar | 14,79% | Golkar | 14,85% | Golkar | 14,57% |
| 3 | Golkar | 13,98% | PDIP | 13,98% | PDIP | 14,07% | PDIP | 14,26% |
| 4 | PKS | 7,84% | PKS | 7,37% | PKS | 7,82% | PKS | 7,45% |
| 5 | PAN | 5,74% | Gerindra | 6,51% | PAN | 6,07% | PAN | 5,8% |
| 6 | PPP | 5,23% | PPPP | 5,33% | PPP | 5,29% | PKB | 5,63% |
| 7 | PKB | 5,18% | PAN | 4,97% | PKB | 5,20% | PPP | 5,31% |
| 8 | Gerindra | 4,59% | PKB | 4,62% | Gerindra | 4,20% | Gerindra | 4,27% |
| 9 | Hanura | 3,72% | Hanura | 3,43% | Hanura | 3,49% | Hanura | 3,5% |
| 10 | PKNU | 1,45% | PKNU | 1,85% | PBB | 1,65% | PBB | 1,87% |
| 11 | PBB | 1,83% | PKPB | 1,55% | PKNU | 1,58% | ||
| 12 | PKPB | 1,36% | PKNU | 1,37% | PKPB | 1,52% | ||
| 13 | PDS | 1,19% | PDS | 1,31% | PDS | 1,46% | ||
| 14 | PBR | 1,07% | PBR | 1,29% | PBR | 1,18% | ||
| 15 | PDP | 1,03% | PPRN | 1,14% | PPRN | 1,11% | ||
| 16 | PPRN | 0,85% | PKPI | 0,99% | PKPI | 0,91% | ||
| 17 | PDK | 0,72% | PDP | 0,84% | PDP | 0,87% | ||
| 18 | PPPI | 0,65% | Barnas | 0,81% | PPPI | 0,72% | ||
| 19 | Patriot | 0,65% | PPPI | 0,69% | Barnas | 0,66% | ||
| 20 | PKPI | 0,62% | PRN | 0,64% | RepublikaN | 0,60% | ||
| 21 | RepublikaN | 0,59% | PPD | 0,63% | PDK | 0,58% | ||
| 22 | Barnas | 0,52% | PDK | 0,59% | PPD | 0,56% | ||
| 23 | PNBK | 0,52% | Patriot | 0,57% | Patriot | 0,45% | ||
| 24 | PPD | 0,5% | PNBK | 0,49% | PNBK | 0,43% | ||
| 25 | PKDI | 0,48% | Pakar Pangan | 0,44% | P Kedaulatan | 0,43% | ||
| 26 | PMB | 0,46% | P Kedaulatan | 0,41% | PPI | 0,41% | ||
| 27 | PIS | 0,4% | Pelopor | 0,40% | PMB | 0,38% | ||
| 28 | P Kedaulatan | 0,39% | PMB | 0,35% | Pelopor | 0,32% | ||
| 29 | PPI | 0,38% | PKDI | 0,35% | PKDI | 0,32% | ||
| 30 | PNI Marhaen | 0,38% | PNI Marhaen | 0,34% | PIS | 0,32% | ||
| 31 | Pakar Pangan | 0,35% | PPI | 0,34% | Pakar Pangan | 0,31% | ||
| 32 | Partai Buruh | 0,33% | PIB | 0,29% | PNI Marhaen | 0,29% | ||
| 33 | PIB | 0,32% | PIS | 0,29% | PPDI | 0,25% | ||
| 34 | PPDI | 0,31% | PPDI | 0,23% | Patai Buruh | 0,24% | ||
| 35 | Pelopor | 0,3% | Partai Buruh | 0,22% | PIB | 0,23% | ||
| 36 | Partai Merdeka | 0,26% | Partai Merdeka | 0,17% | PPNU | 0,16% | ||
| 37 | PSI | 0,25% | PSI | 0,17% | Partai Merdeka | 0,11% | ||
| 38 | PPNUI | 0,24% | PPNUI | 0,13% | PSI | 0,11% | ||
| 39 | ||||||||
| 40 | ||||||||
| 41 | ||||||||
| 42 | ||||||||
| 43 | ||||||||
| 44 | ||||||||
Sumber : http://detik.com
Minggu, April 05, 2009
Menghilangkan "Windows Genuine Validation"
This copy of Windows is not genuine. Click This balloon to resolve now.
You may be a victim of software counterfeiting
C: \WINDOWS\system32\WgaTray.exe
C:\WINDOWS\system32\LegitCheckControl.dll
This entry was posted on Saturday, September 30th, 2006 at 2:42 amand is filed under Windows. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Selasa, Februari 24, 2009
Chat Server menggunakan OpenFire dengan client Spark dan Pidgin
Server menggunakan Ubuntu Server 8.04
- Install Ubuntu Server sebagai LAMP server. LAMP = Linux Apache MySQL PHP. Cari sendiri artikel mengenai ini. Banyak koq.
- Install phpmyadmin dan Java JRE.
- Download openfire dulu
- Buka ke web browser. Buka http:///phpmyadmin
- Sesudah login, buat database baru, misal : openfire
- Jika donlotnya udah selesai, ketik
- Buka tab baru pada web browser, ketik http://
:9090 - Yup, kita masuk ke menu utama, pilih aja English trus Continue
- Kalo ada pilihan database, pilih MySQL, trus isi
- Pilih default, ga usah pilih LDAP ato yg lainnya itu.
- Pilih aja skip this step.- trus Continue.
- Login to Admin Console.
- OK, sekarang kita ada di halaman utama.
apt-get install phpmyadmin sun-java6-jre
wget http://www.igniterealtime.org/downloadServlet?filename=openfire/openfire_3.6.1_all.deb
—sambil nunggu, kita menuju ke komputer yang ada GUInya dan terhubung dengan komputer server lewat jaringan —
—menuju ke komputer server lagi—
dpkg -i openfire_3.6.1_all.deb
—kita kembali menuju ke komputer yang ada GUInya dan terhubung dengan komputer server lewat jaringan—
server = jdbc:mysql://localhost:3366/openfire
username dan password sesuai dengan login phpmyadmin
username = admin
password = admin
Cara membuat user baru
- Pilih tab Users/Groups - Create new user
- Isi username, password, dan confirm password
- Cek list “Is Administrator?” kalo kamu pengen user ini bisa akses halaman admin.
- Klik Create User
Membuat user interface untuk registrasi user
Maksudnya supaya admin ga kecapekan ngedaftarin user satu-satu, jadi si user bisa daftar sendiri tanpa perlu akses halaman admin. Gini lo caranya..
- Download pluginnya dengan mengetik ini pada console
- Ya udah, gtu aja. sekarang buka tab Users/Groups. Ntar ada sub-tab judulnya User Registration kl ga salah di sebelah kiri.
cd /var/lib/openfire/plugins/
wget http://www.igniterealtime.org/projects/openfire/plugins/registration.jar
Konfigurasi Client menggunakan Pidgin
- Buka Pidgin, klik Account - Manage - Add
- Isi parameter di bawah ini
- Klik Save
tab Basic
Protocol = XMPP
Username = username
Domain =
Password = password
tab Advanced
File Transfer proxies = :7777
Konfigurasi Client menggunakan Spark
- Buka Spark dan isi
- Klik login
username = username
password = password
server =
Sumber : http://danieladrianto.wordpress.com/2008/11/21/chat-server-menggunakan-openfire-dengan-client-spark-dan-pidgin/
Selasa, Februari 17, 2009
ICT Centre Ranto SMK Negeri 1 Rantau Utara tidak Bisa Berbuat Banyak
Rantauprapat, (Jurnal)
Program ICT (Information Communication and Technology) Centre – Pusat Informasi, Komunikasi dan Tehnologi, yang ditempatkan Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasiponal) di SMK N 1 (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1) Rantauprapat, dari 20 sekolah terpasang kini yang aktif hanya tinggal 5 sekolah.
Demikian disampaikan Sekretaris ICT Centre Ranto, Zulkifli Akbar, kepada Jurnal di kamarkerjanya, Senin pagi (16/2). Sembari ditambahkannya, program layanan ini, hanyalah berbentuk Pusat Layanan Informasi Komunikasi dan Tehnologi. Artinya, program ini bukan mengejar perkembangan jumlah yang luar biasa. Tetapi yang terpenting, mengajak sekolah-sekolah memahami tehnologi informasi, itu sudah suatu perkembangan.
“Jadi sampai saat ini program yang dibuat ICT Centre Ranto, bagaimana menjaring sekolah-sekolah didaerah ini, dapat menikmati tehnologi informasi, tanpa harus dipungut bayaran. Karena sifat dari program ini diluncurkan Pemerintah non profit tidak mencari untung”, tegasnya.
Menurutnya, program ICT Centre di SMK Negeri 1 Rantauprapat, dibangun sejak tahun 2006. Hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Termasuk diantaranya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Hal ini karena memang program ICT Centre tidak dibenarkan meminta bantuan dari manapun.
Meskipun demikian katanya, apabila ada pihak-pihak yang ingin membantu dengan cara tanpa ikatan, pengelola program ICT Centre tidak berkeberatan menerimanya. Mengingat alat-alat yang dipakai kini usianya sudah beberapa tahun berjalan. Sehingga dikhawatirkan, program ini bisa tersendat, manakala nantinya terjadi kerusakan pada perangkat yang dipergunakan.
“Kalau hanya sebatas kerusakan kecil, pengelola masih bisa memanfaatkan sebahagian dana biaya pemasangan dari masing-masing sekolah, yang sudah tersambung dengan jaringan ini, untuk memperbaikinya. Kepada sekolah-sekolah yang sudah tersambung dengan jaringan ICT Centre Ranto, tidak ada dikenakan biaya iyuran bulanan”, imbuhnya.
Nada yang sama, juga disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Rantauprapat, Drs Iskandar. Menurut Iskandar, meski ICT Centre Ranto ditempatkan di SMK Negeri 1, namun namun pihak sekolah tidak ada mendapatkan keuntungan secara materi. Karena memang program ini tanpa dikenakan biaya iyuran bulanan.
Sebagaimana disampaikan Zulkifli Akbar, Iskandar juga berharap, untuk kelangsungan ICT Centre di Kabupaten Labuhanbatu, sewajarnyalah bila Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui instansi terkait, peduli dengan program ini. Kalau tidak, dikhawatirkan, program ini bisa terhenti tanpa kelanjutan.Selasa, Februari 03, 2009
Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat Tewas Setelah Dikeroyok Demonstran
Saksi mata yang juga anggota DPRD Komisi D Fadly Nurzal mengatakan, massa memaksakan diri masuk ke ruang sidang dua menit setelah sidang paripurna selesai. Mereka merangsek masuk dan menuntut agar rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli segera diputuskan. Tapi pada saat itu agenda tidak membahasnya.
Karena kecewa, massa mulai bertindak anarkis. Sejumlah anggota DPRD segera lari menyelamatkan diri melalui pintu samping. Namun, demonstran mengetahuinya dan menghadang mereka sambil melepaskan pukulan dan melempar batu beberapa kali. Pada saat itulah Aziz terkena pukulan dan tersungkur.
Aziz kemudian diselamatkan ke ruang Fraksi Golkar dalam kondisi pingsan. Dan, beberapa saat kemudian ia sudah tidak bernyawa. Aziz pun langsung dibawa ke rumah sakit Gleneagles Medan.
Dalam pengamatan Kompas, saat ini sudah tidak ada lagi demonstran di lingkungan DPRD Sumut. Tapi pintu pagar DPRD tampak terguling dan di beberapa lokasi di gedung DPRD dipenuhi polisi, baik berseragam maupun berpakaian preman.
Sumber : Kompas.com
Minggu, Februari 01, 2009
Penghitungan Subnetting
Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
|
|
|---|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
| Subnet | 192.168.1.0 | 192.168.1.64 | 192.168.1.128 | 192.168.1.192 |
| Host Pertama | 192.168.1.1 | 192.168.1.65 | 192.168.1.129 | 192.168.1.193 |
| Host Terakhir | 192.168.1.62 | 192.168.1.126 | 192.168.1.190 | 192.168.1.254 |
| Broadcast | 192.168.1.63 | 192.168.1.127 | 192.168.1.191 | 192.168.1.255 |
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
| Subnet Mask | Nilai CIDR |
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.255.252 | /30 |
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
|
|
|---|
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.64.0 | 172.16.128.0 | 172.16.192.0 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.64.1 | 172.16.128.1 | 172.16.192.1 |
| Host Terakhir | 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16..255.255 |
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.0.128 | 172.16.1.0 | … | 172.16.255.128 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.0.129 | 172.16.1.1 | … | 172.16.255.129 |
| Host Terakhir | 172.16.0.126 | 172.16.0.254 | 172.16.1.126 | … | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.0.127 | 172.16.0.255 | 172.16.1.127 | … | 172.16.255.255 |
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 10.0.0.0 | 10.1.0.0 | … | 10.254.0.0 | 10.255.0.0 |
| Host Pertama | 10.0.0.1 | 10.1.0.1 | … | 10.254.0.1 | 10.255.0.1 |
| Host Terakhir | 10.0.255.254 | 10.1.255.254 | … | 10.254.255.254 | 10.255.255.254 |
| Broadcast | 10.0.255.255 | 10.1.255.255 | … | 10.254.255.255 | 10.255.255.255 |
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
REFERENSI
- Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
- Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
- Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Sumber : Romi Satrio Wahono
Konsep Subnetting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.
Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
| CLASS | OKTET PERTAMA | SUBNET MAS DEFAULT | PRIVATE ADDRESS |
| A | 1-127 | 255.0.0.0 | 10.0.0.0-10.255.255.255 |
| B | 128-191 | 255.255.0.0 | 172.16.0.0-172.31.255.255 |
| C | 192-223 | 255.255.255.0 | 192.168.0.0-192.168.255.255 |
Sumber : Romi Satria Wahono
Membangun Radio Internet Sendiri
Silahkan mencoba dan "keep fight"
Artikel berjudul Membangun Sendiri Radio Internet yang saya tulis dua tahun lalu ternyata masih banyak dibaca pengunjung situs blog ini. Khususnya bagi yang tertarik untuk membangun sendiri radio internet untuk tujuan hobi maupun profesional. Dari komentar yang masuk, banyak yang mengeluhkan sulitnya menemukan perusahaan hosting yang mau menghosting shoutcast server untuk radio internet. Jadi meskipun radio sudah bisa online di jaringan LAN, tapi akhirnya kesulitan untuk online di Internet. Sebenarnya ada solusi yang mudah dan gratis, khususnya terkait dengan penempatan shoutcast server, yaitu dengan menggunakan shoutcast server yang disediakan gratis oleh Listen2MyRadio.Com. Masih tertarik membangun radio internet dengan modal server gratisan? Ikuti terus artikel ini.
Seperti artikel sebelumnya, untuk mempermudah penjelasan, saya akan sampaikan dalam bentuk step-by-step instalasi, baik untuk server (Listen2MyRadio.Com) maupun untuk client yang mengalirkan konten siaran ke server.
INSTALASI SERVER RADIO DI LISTEN2MYRADIO.COM
1. Daftarkan diri (signup) melalui form pendaftaran di Listen2MyRadio.Com


2.Konfirmasi pendaftaran dengan mengklik URL yang dikirimkan oleh Listen2MyRadio.Com ke email kita


3. Login ke Listen2MyRadio.Com. Setelah login akan muncul menu administrasi seperti gambar di bawah.


4. Klik “radio installation” untuk mulai mensetup nama radio, alamat URL radio, juga password untuk broadcaster dan admin. Disini saya set misalnya password: “romi” dengan url: ikc.listen2myradio.com

5. Setelah instalasi server radio selesai, kembali ke bagian menu, dan pilih “preferences“. Apabila server sudah normal berjalan maka tanda “ON” berwarna hijau akan muncul. Jangan lupa catat “address to broadcast” (misalnya disini: 91.186.30.12) beserta nomor “port” (16532) karena akan kita gunakan di client pengirim konten radio (winamp).

6. Apabila server tetap dalam keadaan “OFF“, maka kita harus memilih server baru. Caranya adalah di menu klik pilihan “have problem with radio? change server to a better one“, dan pilih (klik PRESS HERE) salah satu dari beberapa pilihan server yang ada di sana. Perlu dicatat bahwa pengubahan server tentu akan membuat “address to broadcast” kita juga berubah.

Sampai disini instalasi server radio di Listen2MyRadio sudah kita selesaikan. Langkah berikutnya sebenarnya sama dengan langkah ke 3-9 artikel saya sebelumnya tentang membangun sendiri radio internet. Tapi saya akan ulangi tahapannya supaya bisa lebih jelas.
INSTALASI CLIENT PENGALIR KONTEN KE SERVER LISTEN2MYRADIO.COM
1. Download dan Install Winamp dan Shoutcast DSP Plugin di komputer tempat kita akan mengalirkan content radio (mp3 music, dsb) ke Shoutcast Server (Listen2Myradio.Com). Download dari URL di bawah:
- Winamp
- Shoutcast DSP Plugin (versi Linux atau Windows)
2. Jalankan Winamp, kemudian klik kanan dan pilih “Options” -> “Preferences“.

3. Klik DSP/Effect di bagian Plug-ins dan pilih Nullsoft SHOUTcast Source DSP. Kemudian akan muncul satu window SHOUTcast Source dengan menu “Main“, “Output“, “Encoder“, “Input“.

4. Pilih “Output” dan klik “Connect” untuk konek ke Shoutcast server. Perlu dicatat, “Address”, “Port” dan “Password” harus sesuai dengan catatan setting kita di Listen2Myradio.Com. Saya sendiri mendapatkan address: 91.186.30.12, port: 16532, dan password saya set: “romi“.

5. Sekarang tinggal alirkan saja content (music, sound, dsb) ke Shoutcast Server. Caranya mudah, letakkan file mp3 di Winamp dan tekan tanda play, maka music anda akan ter-broadcast ke seluruh dunia maya.

6. Pertanyaan lain yang muncul, bagaimana kalau kita ingin mengalirkan suara kita secara live? Siapkan microphone dan masukkan kabel microphone ke soundcard PC anda. Kemudian kembali ke Winamp anda, pada SHOUTcast source, pilih “Input“, kemudian ubah “Input device” dari “Winamp (recommended)” ke “Soundcard Input“. Lalu siapkan microphone di depan mulut anda, dan ucapkan “Selamat datang di Radio Internet saya yang tercinta ini”.

CEK APAKAH RADIO KITA BERJALAN NORMAL
1. Cek dengan menjalankan browser dengan URL yang tadi kita set di Listen2Myradio.Com, misalnya saya tadi menset URL radio saya adalah http://ikc.listen2myradio.com/
2. Akan muncul tampilan seperti gambar di bawah, klik tombol play untuk mendengarkan siaran. Jujur saja di kanan kiri halaman radio kita akan banyak iklan dari Google Adsense, tapi ya itulah resiko menggunakan server gratis
Tapi tidak perlu khawatir karena iklan ini tidak mengurangi fitur atau efektifitas dari server radio di Listen2MyRadio.Com

Selesai, kalau masih ada yang error, ulangi lagi tahapan instalasi seperti yang saya jelaskan diatas. Dari komentar di artikel sebelumnya, kesalahan dan error banyak terjadi karena tahapan instalasinya tidak diikuti dengan baik. Dan terakhir, selamat menjadi penyiar radio internet yang anda bangun sendiri :)
Sumber : Romi Satria Wahono
