Senin, Juni 22, 2009

Katalog Perakitan SMK dan Zyrex

UG ICT Award 2009 - Lomba Website Sekolah



Daftarkan sekarang juga!

Daftarkan Website SMA atau penerapan ICT untuk usaha kecil
dalam rangka UG-ICT award dan menangkan
hadiah menarik.

Pencantuman Banner

Untuk Web SMA/SMK/Madrasah Aliyah yang telah mendaftar, wajib mencantumkan banner ICT AWARD 2009 untuk melakukan penjurian secara remote. Silakan lihat tata cara nya di menu Registration-Banner. Info lebih lanjut silakan kontak ictaward@gunadarma.ac.id

Raih TOTAL HADIAH 150 Juta

Bagi SMA/SMK/Madrasah Aliyah, Usaha kecil masih dibuka kesempatan Pendaftaran sampai 30 Juni 2009. Pemberian Penghargaan bagi Pemenang akan diselenggarakan tanggal 21 -24 Juli 2009 dalam acara seminar dan Pameran Produk Teknologi. Info Lebih Lengkap silakan lihat POSTER yang telah ada di web ini.

Organized by :

Kriteria untuk website:

  1. Kelengkapan fitur layanan melalui web

  2. Traffic

  3. Design

  4. Kemutakhiran

Kriteria tambahan (Bagi Usaha Kecil Menengah):

  1. Cakupan pasar

  2. Penggunaan ICT (HP, Komputer, Internet)

  3. Pengalaman menggunakan ICT (Waktu, Jenis ICT)

  4. Perkembangan bisnis

  5. Evaluasi berdasarkan deskripsi singkat

Prinsip Mekanisme Seleksi

  1. Calon peserta mendaftar melalui website yang dibuat khusus untuk acara UG ICT award

  2. Calon peserta cukup memasukkan informasi data diri pendaftar, alaman dan nama domain yang akan dinilai, nama instansi yang memiliki domain tersebut, dan deskripsi singkat sejarah dan perkembangan website-nya

  3. Calon peserta untuk usaha kecil bisa didaftarkan oleh Dinas perindustrian dan perdagangan setempat, Asosiasi usaha, atau rekanan dari usaha kecil yang sukses menerapkan ICT

  4. Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri.

  5. Pengumuman pemenang diinformasikan melalui website UG ICT Award.

Pemenang

  1. Untuk setiap kategori terdiri dari Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1,Harapan 2 dan Harapan 3, Juara Favorit

  2. Untuk Juara Favorit ditentukan oleh umum, dengan cara sebagai berikut :
    - Khusus pengguna Indosat : dapat mengirimkan sms peserta favorit ke nomor 5678 (Rp. 1.000,- / sms).
    pesan :

    Untuk peserta kategori SMA/SMK/MAN : UG#ICT#SMA#[nomor peserta]

    untuk informasi nomor peserta bisa anda lihat di daftar peserta.
untuk lebih jelasnya klik pada link ini

Selasa, Juni 02, 2009

Mobil Digdaya 1.51 Buatan Siswa SMK

BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membubuhkan tanda tangan di Mobil "Esemka" buatan siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

Pembubuhan tanda tangan tersebut, dilakukan saat mengunjungi stand-stand pameran pendidikan dalam acara puncak Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung, Selasa (26/5). Selain membubuhkan tanda tangan, Presiden SBY juga menuliskan pesan di mobil tersebut. "Karya yang membanggakan, saya harap dilanjutkan, SBY 26 Mei 2009," tulis pesan tersebut.

Mobil berbentuk pikap ekstra kabin berwarna hitam itu diberi nama Digdaya 1.51. Mobil tersebut dibuat selama 78 hari. Biaya produksinya menghabiskan dana sekitar Rp 173 juta. "Jika diproduksi masal, mungkin biaya produksinya bisa ditekan hingga Rp 80 juta per mobil," kata Bagus Gunawan, kepala SMK Singosari di pendapa Kabupaten Malang, kemarin.

Mobil karya siswanya itu mempunyai spesifikasi mesin Esemka 1.51, menggunakan 4 silinder dengan 1.498 cc, 4 stroke dengan water cooled, DOHC-nya 16 value. Selain itu, menggunakan teknologi multi point fuel injection, power maksimalnya 80 HP atau 5.000 Rpm, torque maksimalnya 90 HP atau 4.500 Rpm, compression ratio-nya 9,3, bore x stroke-nya adalah 78,0 x 78,4.
Siswa siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak hanya mampu memperbaiki dan melakukan perawatan kendaraan roda dua maupun empat, tapi dengan bimbingan para pakar mobil di Indonesia mereka ternyata sudah mampu merakit prototype mobil jenis SUV (sport utility vehicle).

Mulai dari pembuatan mesin sampai dengan tahap perakitan, semuanya dikerjakan oleh siswa SMK, kata Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno, di Jakarta, Rabu, (28/1).

Prototype mobil tersebut dirakit di teaching industri di SMK, dan kepada para siswa SMK sudah diajari bagaimana cara membuat alat dan dibekali dengan prosedur kerja yang jelas. Mereka mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan itu ke teaching industry, yaitu di SMK N 10 Kota Malang, Jawa Timur.

Prototype mobil yang diberi nama Esemka SUV ini berkapasitas mesin 1.500 cc. dan prototype mobil tersebut dipamerkan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Mei 2009, dan harga jual mobil tersebut ditetapkan sekitar Rp.80 juta. Dalam perakitan prototype mobil ini, SMK menggandeng PT Nasional Motor Malang.

Selain membuat prototype mobil, kata Direktur PSMK, bermitra dengan PT.Kanzen para siswa SMK juga merakit kendaraan roda dua, dan melalui sistem getok tular, sebanyak 20 sepeda motor yang sedang dirakit sudah dipesan pembeli.

Harga jual motor tersebut ditetapkan Rp.7 juta. “Keuntungan tidak hanya pada cash, tapi dengan siswa melakukan pekerjaan riil. Artinya mereka belajar sesuatu yang nyata. Itu suatu keuntungan tidak langsung yang bisa dinikmati selain dengan cash,” katanya.

Sumber : ditpsmk.net

Senin, Juni 01, 2009

SIAP Online, Siap Lebih Baik


SIAP Online

Pernah mendengar istilah SIAP Online? Dua kata ini bukanlah slogan bagi para pecinta dunia internet, bukan pula ajakan untuk ber-online dengan rekan sejawat. Istilah ini adalah salah satu sistem aplikasi pendidikan yang berbasis media online untuk mempermudah sistem pendidikan di Indonesia.

Kebutuhan akan informasi pendidikan merupakan bahan dasar dari tercetusnya ide software ini. SIAP Online atau Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Online merupakan produk layanan berlangganan aplikasi perangkat lunak yang online real time dan 100% berbasis web. Sistem ini dibangun dengan konsep Software as a Service (SaaS).

“Sistem ini mengintegrasikan kebutuhan informasi dari semua pihak yang berhubungan dengan pendidikan, baik sekolah, siswa, guru, staf administrasi sekolah, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan Pusat,” ujar Rakhmat Januardy, pembuat software SIAP online.

Selain itu, tutur dia, SIAP Online tak hanya menyediakan fitur, tetapi juga modul pendidikan dengan harga terjangkau. Beberapa aplikasinya antara lain SIAP Guru, SIAP Siswa, SIAP Ortu (Orang Tua), SIAP PSB Online, dan SIAP Web. Inovasi semacam ini diperlukan untuk memudahkan akses setiap pihak yang berkaitan dengan sistem pendidikan.

Ide pembuatan sistem ini berawal dari munculnya solusi yang dirasa perlu menjembatani komunitas sekolah dengan pihak sekolah, dan dinas pendidikan tingkat kota dan kabupaten, propinsi hingga pusat. Prinsip awal sistem ini berlandaskan pada tujuh hal, yakni biaya terjangkau, handal, berkesinambungan, bertautan dan terpadu, berdaya jangkau luas, mampu beradaptasi, dan kemampuan operasional yang mudah.

Layaknya pengembangan software lainnya, sistem ini pun menghadapi berbagai tahap yang cukup panjang. Proses pengembangannya melalui proses-proses standar software engineering.Mulai proses identifikasi spesifikasi, desain, pemrograman, testing hingga implementasi. Umpan balik dari para pengguna juga menjadi bagian penting dalam proses development. “Kami menggunakan model Agile Development Process dalam pembangunan sistem SIAP Online ini,” jelas Januardy.

Modal ide inilah yang menjadikan SIAP Online memiliki manfaat cukup besar bagi sistem informasi pendidikan. Tak hanya minim investasi, aplikasi ini juga memiliki akses 24 jam, dan update gratis. Pengguna hanya perlu menyediakan PC atau laptop yang terkoneksi dengan internet.

Manajemen pendidikan yang sering carut marut, bisa diatasi dengan sistem ini. Data-data mengenai siswa, guru, dan beragam informasi bisa diinput dengan mudah, termasuk modul dan kebijakan pemerintah tentang pendidikan. Karena user- nya tidak dibatasi, pihak-pihak yang berkepentingan bisa berlangganan sistem ini.

Saat ini, SIAP Online telah digunakan di 11 Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan satu Dinas Pendidikan Propinsi. Totalnya 1.041 sekolah, 156.000 siswa. Hingga kini, masih berlangsung proses registrasi sekolah-sekolah dan dinas pendidikan kota/kabupaten lainnya.

Rebut Juara INAICTA 2008

Pembuktian keunggulan SIAP Online juga diperlihatkan lewat ajang INAICTA 2008. Sistem ini mampu merebut hati juri dengan memenangkan INAICTA 2008 kategori edukasi. “Kemenangan SIAP Online di INAICTA adalah salah satu bukti bahwa produk ini layak digunakan oleh segmen pendidikan di Indonesia,” tandas Januardy.

Kesempatan emas pun didapat Januardy dan timnya. Mereka mendapatkan kesempatan bekerjasama dengan PT Telkom untuk pengembangan dan pemasaran produknya. Lewat kerjasama ini, tak hanya keuntungan dari sisi bisnis, penyempurnaan teknologi juga dilakukan untuk mencapai produk yang lebih baik.

“Dengan dukungan, bantuan dan melibatkan para ahli TIK dari PT Telkom, SIAP Online telah mengalami banyak kemajuan dalam pengembangan dan pemutakhiran teknologinya. Sebagai contoh, SIAP Online yang berjalan saat ini menggunakan infrastruktur “Cloud Computing” yang disediakan oleh PT Telkom. Dan hal ini tentunya akan meningkatkan nilai jual dan jaminan kesinambungan sistem untuk dapat digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dengan sistem ini, harap Januardy, sistem informasi pendidikan lebih akuntabel dengan harga terjangkau. Slogan “Satu Solusi Multi Fungsi” yang diterapkan untuk sistem ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak. Hingga, sistem informasi pendidikan Indonesia benar-benar siap menuju pendidikan yang lebih baik.



Sumber : http://inaicta.web.id

Minggu, Mei 31, 2009

Siswa SMK Bisa Lahirkan Karya Inovatif

Siswa SMK Bisa Lahirkan Karya Inovatif

25 May 2009 11 views No Comment

siswa-smk-bisa

Siswa SMK ternyata mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! Sekali lagi SMK Bisa!!!.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo ketika membuka Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional ke-17 dan Pameran Kreasi Siswa SMK Tahun 2009, Kamis (21/5). Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Direktur PSMK Joko Sutrisno, mantan mendikbud Wardiman Djojonegoro.

Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Tingkat Nasional dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, jelas mendiknas.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara SMK dengan mitra industri. Kami percaya, tujuan tersebut dapat tercapai karena semua stakeholders telah mendukung dan mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Mendiknas juga mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat International melalui World Skill Competition (WSC). “Ajang LKS ini dapat pula dijadikan promosi tamatan SMK kepada para pengguna lulusan, sehingga tamatan SMK dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, tegasnya.

Bersamaan dengan LKS ini diselenggarakan pula Pameran Kreasi Siswa SMK yang merupakan kegiatan sinergi SMK dengan para mitra industrinya.

LKS siswa SMK yang meliputi bidang Teknologi, Bisnis, Pariwisata, Pertanian dan Seni Kria merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumberdaya manusia.

Mendiknas menyatakan, melalui pameran ini kita dapat melihat bahwa siswa SMK bisa menunjukkan kemampuannya dan diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus berkreasi melahirkan karya karya inovatif yang bermanfaat.

“Mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! sekali lagi “SMK Bisa!!!

Kegiatan LKS dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini diharapkan dapat berlanjut di tahun tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mitra industri dan partisipasi pihak Pemda, sehingga harapan terciptanya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi, mencintai bangsa dan negara Indonesia serta mampu berkompetisi di era global dapat terwujud.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memupuk persahabatan, meningkatkan jiwa sportifitas dan menumbuhkan kebersamaan, baik secara individu maupun kelembagaan. Kebersamaan ini akan berdampak baik pada kesamaan gerak dan langkah stakeholders dalam mengembangkan pendidikan kejuruan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, mendiknas menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada mitra industri, instansi terkait, maupun individu-individu yang telah mendukung pelaksanaan LKS dan Pameran ini.

Sumber : lks.ditpsmk.net

Rabu, Mei 20, 2009

Implementasi Siap-Online


TELKOM SIAP Online adalah salah satu produk Application Services Provider (ASP) dari PT. Telkom yang menyediakan solusi khusus layanan aplikasi online di bidang pendidikan. Melalui SIAP Online, PT. Telkom berkomitmen untuk turut aktif berperan serta mendukung program-program pendidikan nasional melalui layanan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang handal, berkualitas tinggi dan terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Sistem SIAP Online telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan akan layanan-layanan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di Indonesia secara terintegrasi dan online real-time. Beragam jenis aplikasi disediakan untuk memudahkan pihak Dinas Pendidikan Propinsi/Kota/Kabupaten, Sekolah, Guru, Siswa hingga Orangtua Siswa dalam pengelolaan data, berbagi informasi dan saling berkomunikasi secara interaktif dan terpadu.

7 alasan utama menggunakan layanan SIAP Online

  1. Sistemnya serba Online Real-Time dapat diakses setiap saat dari mana saja.
  2. Biayanya relatif murah dan minim investasi/modal.
  3. Aplikasinya nyaman, lengkap dan mudah dioperasikan/diakses bagi pengguna.
  4. Sistemnya berkualitas, handal, terpadu dan siap saji.
  5. Terintegrasi dengan beragam fasilitas dan layanan online lainnya.
  6. Satu login untuk akses seluruh layanan.
  7. Fleksibel mengikuti perkembangan aturan pendidikan Indonesia.

Sekilas TELKOM PSB Realtime Online

TELKOM SIAP Online terdiri dari sederatan paket aplikasi untuk memenuhi beragam kebutuhan para penggunanya,seluruh paket aplikasi yang disediakan telah dirancang saling terintegrasi satu dengan lainnya. Bersama TELKOM SIAP Online kami wujudkan Total Solusi Online bagi dunia pendidikan Indonesia, dan salah satunya adalah SIAP PSB ONLINE REAL TIME.

SIAP PSB Online Real Time merupakan sistem yang dibangun dengan berbasis web sehingga bisa di akses dari manapun dengan hanya cukup terkoneksi internet, sistem ini dibangun dengan framework rules by system yang dapat melakukan proses seleksi tanpa campur tangan manusia sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan bersihnya sistem penerimaan siswa baru. Dengan sistem berbasis kepada multi model, sistem ini mampu mengakomodasi aturan-aturan yang berbeda di tiap-tiap daerah dalam pelaksanaan PSB. Fitur sms juga memberikan kenyamanan bagi para siswa dan orang tua dalam mendapatkan informasinya.

Data Petugas Implementator :

No

Instansi

Kabupaten / Kota

DATA IT ENGINEER

Nama

Alamat

Tlp

E-Mail

Keterangan

1

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Dairi

Jasman Manihuruk, Spd.

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 136A Sidikalang

081375898075

justbe_aman@yahoo.com

Domisili

2

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Humbang Hasundutan

Agus Letwing Manik, Spd.

Jl. Dolok Sanggul KM 6 Dolok Sanggul

081361112847

yogimanik@yahoo.co.id

Domisili

3

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Mandailing Natal

Bastian Purba, Spd.

Jl. Sukaramai Aek Galoga Desa Pituli Lombang

081361022446

bastianpurba@yahoo.co.id

Domisili

4

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Nias

Rudi Akbar Saragih

Jl. Padang Sidempuan KM 7.5 Sibuluan 1 Tapanuli Tengah

081396699877

agih_cool@yahoo.co.id

Bukan Domisili

5

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Nias Selatan

Azwar Anas Pasaribu

Jln. Dongol Lumban Tobing No. 39 Pandan

081361533256

azwar_181190@yahoo.co.id

Bukan Domisili

6

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Pak-Pak Barat

Jasper Sikettang, Spd.

Desa Singgabur, Kec. STTU Julu

081361120668

jasper_ketang@yahoo.com

Domisili

7

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Samosir

Jerry Manimbultua

Jl. Gereja No. 9A Panguruan

081361485438

jrman.or.west@gmail.com

Domisili

8

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Serdang Bedagai

Marsudi

Jl. Medan-Tebing Tinggi KM. 39.9 Perbaungan

081375888544

jazzict981@gmail.com

Domisili

9

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Tapanuli Tengah

Zainudin Saragih, S.Kom

Jl. Padang Sidempuan KM 7.5 Sibuluan 1 Tapanuli Tengah

081361467031

zsrg_tt@yahoo.co.id

Domisili

10

Dinas Pendidikan Kabupaten

Kab. Tapanuli Utara

Haposan P. Hutauruk

Jl. Pembangunan Dsn III Desa Hutauruk

081362432516

hariparihn@yahoo.com

Domisili

11

Dinas Pendidikan Kota

Kota Binjai

Bambang Lesmana

Jl. WR. Mongonsidi No. 22 Binjai

06177568330

putrabinjai@yahoo.com

Domisili


Nb. Kepada rekan-rekan yang terdaftar agar standy ditempat menunggu jobdiscription. Rekan yang bukan berdomisili, agar segera membuat RAB transport selamat 2 hari.


Selasa, Mei 19, 2009

Ralat Bimtek Pusat Layanan TIK SMK

Sekedar informasi......

Ralat Undangan Bimbtek bantuan Pemberdayaan Layanan Pengembangan Pusat TIK SMK Tahun 2009 untuk Sumatera Utara.

Semula :
Pada hari : Selasa s.d. Kamis
Tanggal : 26 s.d. 28 Mei 2009
Tempat : Hotel OMNI Batavia
Chekin : Selasa, 26 Mei 2009 mulai pukul 14.00 Wib
Pembukaan : Selasa, 26 Mei 2009 , Pulul 19.00 Wib
Oleh Bapak Direktur Pembinaan SMK

diralat menjadi :
Pada hari : Selasa s.d. Kamis
Tanggal : 26 s.d. 28 Mei 2009
Tempat : Hotel MERCURE REKSO
Jl. Hayam Wuruk No. 123 Jakarta Barat
Telp. 021-6248680, Fax 021-6008441
Chekin : Selasa, 26 Mei 2009 mulai pukul 14.00 Wib
Pembukaan : Selasa, 26 Mei 2009 , Pulul 19.00 Wib
Oleh Bapak Direktur Pembinaan SMK

Mohon diinformasikan ke rekan-rekan yang lain.

Senin, Mei 11, 2009

Info Pelaksanaan Bimtek Pemberdayaan Pusat TIK SMK

Kepada seluruh teman2 Pengelola ICT center SMK, disampaikan bahwa mengenai realisasi proposal Pemberdayaan Layanan Pengembangan ICT SMK 2009, akan diadakan bimbingan teknis tahap 2 dan 3.

Bersama ini kami informasikan pelaksanaan bimbingan teknis per tahap, tahap 2 dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 20 Mei 2009 untuk wilayah/propinsi (DKI
Jakarta, Jawa Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku)
bagi ICT Center yang belum menirima undangan agar segera konfirmasi ke telp. 021-5725467.

Pelaksanaan bimbingan teknis tahap 3 dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 28 Mei 2009 untuk wilayah/propinsi (Banten, NAD,Sumut, Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Bal, Sulbar, Sultra, Maluku Utara, Papua, Papua Barat) bagi ICT Center yang belum menirima undangan agar segera konfirmasi ke telp. 021-5725467, mohon diteruskan ke teman lainnya, tx

Rabu, April 22, 2009

Kondisi Pendidikan di SUMUT memperihatinkan...


Sampai kapan tetap begini, sementara guru-guru sudah banyak yang lulus sertifikasi....


Walau sudah memasuki usia ke-61, namun kondisi pendidikan di Sumut masih memprihatinkan, karena kebijakan dalam pendidikan itu sendiri tidak konsisten dalam memajukan dunia pendidikan tersebut.

"Memang kondisi pendidikan di Sumut saat ini masih memprihatinkan," kata anggota dewan pendidikan Sumut, Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis, tadi siang.

Menurut Ketua Komisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dewan pendidikan Sumut itu, ketertinggalan tersebut diantaranya, anggaran di Kabupaten/Kota di Sumut masih jauh tertinggal dengan daerah lain, para tenaga pendidik tidak diberi intensif serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang kurang merata.

Padahal, lanjut Fadhil menerangkan, pada zaman Belanda, Sumut dikenal sebagai sebuah daerah kebangkitan, dimana pada masa itu banyak kebangkitan-kebangkitan yang diprakarsai oleh Sumut, berupa kebangkitan media cetak, seperti munculnya harian Mimbar Umum dan Waspada, kebangkitan tokoh perjuangan serta sekolah-sekolah cukup dikenal.

Pada zaman perjuangan, Sumut tetap menjadi pusat perjuangan fisik dan intelektual dengan lahirnya sosok Adinegoro, Williem Iskandar dan lainnya, dikarenakan
dunia pendidikan Sumut saat itu cukup terkenal, apalagi tahun 1929 Al-Jamiatul Wasliyah mendirikan sekolah Alwasliyah, sehingga menjadikan Sumut semakin terkenal.

Namun predikat itu turun sejak masa Soekarno hingga masa reformasi dan otonomi daerah, karena daerah-daerah lain mulai bergerak berusaha maju. Sebenanya, otonomi daerah, tambah Fadhil, menguntungkan daerah dalam membangun sekaligus mengangkat dunia pendidikan ke jenjang yang lebih baik, namun Sumut yang dikelilingi areal perkebunan tidak mendapat kucuran dana dari hasil perkebunan itu, sebab semuanya lari ke pusat sehingga pendidikan Sumut menjadi stagnan.

"Dengan kondisi demikian, sekarang ini tidak ada lagi sekolah yang dapat menjadi andalan di Medan karena banyaknya orang Sumut eksodus belajar ke daerah lain," ujarnya.

Sumber : Harian Waspada

Indakasi Kecurangan UAN ditemukan Pengawas

Setiap tahun UN dilaksanakan, setiap Tahun terjadi kecurangan.....aneh... peribahasa "terjatuh dalam lubang yang sama" sepertinya tidak bermakna apa-apa.

Pengawas Ujian Nasional (UN) dari perguruan tinggi menemukan adanya indikasi kecurangan dalam pelaksanaan ujian untuk tingkat SMA di Sumatera Utara, pada hari kedua yang mengujikan Bahasa Inggris.

Penanggungjawab pengawas UN di Sumut, Prof. Syawal Gultom Mpd, di Medan, tadi sore, mengatakan, indikasi kecurangan pada hari kedua itu ditemukan di salah satu lokal ujian di SMA Negeri Sumbul Kabupaten Dairi.

"Pengawas menemukan sebanyak 16 siswa peserta ujian membawa alat komunikasi berupa HP dan salah satu HP tersebut berisi kunci jawaban soal-soal UN," katanya.

Awalnya, kata dia, pengawas curiga melihat salah seorang peserta ujian yang terlihat gelisah saat ujian sedang berlangsung. Karena curiga pengawas langsung menggeledah siswa tersebut dan menemukan HP yang diselipkan di pinggang.

"Akhirnya pengawas melanjutkan penggeledahan ke siswa-siswa yang lain dan menemukan sebanyak 15 HP lainnya yang dibawa siswa peserta ujian," katanya.

Sebelum ujian berlangsung pengawas telah meminta kepada peserta untuk tidak membawa HP dan kalau ada yang sempat membawa harus diserahkan sementara ke petugas pengawas.

Tapi yang namanya manusia selalu berusaha mencari kelengahan-kelengahan petugas, berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan menyelipkan dicelana bagian pinggang sebelah dalam.

"Kita tidak mungkin memeriksa sampai ke bagian dalamnya dan inilah yang membuat HP tersebut lolos dari pemeriksaan. Kita belum tahu apakah kunci-kunci jawaban yang terdapat di HP itu benar sesuai dengan soal yang diujikan atau tidak, jika memang benar ujiannya dapat dibatalkan," katanya.

Ia mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyidikan polisi terutama dari mana siswa tersebut menerima kunci jawaban itu. Kasus ini juga bisa menjadi pidana karena berkaitan dengan pembocoran naskah soal ujian yang merupakan rahasia negara.

"Kita lihat dulu hasil penyidikan polisi, kalau kunci jawaban yang diterima itu ternyata benar sesuai dengan soal yang diujikan, maka penyidikan dikembangkan kepada siapa orang yang membocorkannya," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengharapkan kepada pengawas ruangan untuk tetap berpegang teguh pada Prosedur Operasional Standar (POS), antara lain HP atau alat komunikasi apapun jenisnya tidak diperkenankan dibawa ke ruang kelas. Kepada pengawas ruangan untuk lebih ketat lagi mengawasi proses belangsungnya ujian demi menghindari adanya kecurangan-kecurangan lainnya saat berlangsungnya ujian.

Selain itu, siswa juga diminta untuk jangan cepat terpengaruh dengan sesorang yang menawarkan kunci jawaban, karena bisa saja itu hanya sebagai modus untuk mencari uang.

"Yang penting percaya dengan kemampuan diri sendiri, karena kemungkinan adanya kebocoran soal sangat kecil berhubung pengawasan sangat ketat dengan melibatkan pihak kepolisian mulai dari percetakan hingga pendistribusian soal," katanya.

Sumber : Harian Waspada

Angin Kencang dan Hujan Lebat merusakkan Bangunan Sekolah

Hujan deras dan angin kencang, Senin (20/4) malam, memporakporandakan bangunan di Rantauprapat. Salah satu bangunan yang paling parah kerusakannya, STM Pemda dan SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.
Kepala Sekolah STM Pemda Drs Waluyo kepada wartawan, Selasa (21/4), mengatakan, 4 ruang kelas yang dijadikan ruangan ujian nasional (UN), rusak dihantam angin dan hujan lebat hari Senin malam. Terpaksa malam itu juga perlengkapan dipindahkan ke ruangan kelas lain supaya murid peserta UN bisa mengikuti ujian, Selasa pagi.
“Malam itu juga terpaksa buru-buru menyusun bangku sekolah agar hari Selasa pagi para siswa siswi peserta ujian tidak terganggu,” paparnya.
Gedung STM Pemda yang dibangun tahun 1971 itu merupakan salah satu bangunan sekolah yang didesain sedemikian rupa memakai kayu, namun 4 ruangan kelas rusak cukup parah akibat hujan lebat dan angin kencang. Rangka atap dan dudukan kuda-kuda kerangka bangunan serta sengnya terbang sejauh 8 meter.
“Kalau menilik bangunan model sekarang, saya bisa pastikan kerangka atap dan sengnya bakal terbang semua,” ujarnya.
Sekolah yang berdekatan dengan STM Pemda, SMPN 1 Rantau Selatan juga mengalami kerusakan. Puluhan seng secara sporadis terbang dan mematahkan sebagian kayu peyanggah seng.
Menurut Kasek Drs Sanuddin Desky, sekolah yang dibinanya mengalami kerusakan satu ruangan kelas dan satu ruangan guru.
“Kami sudah kordinasi dengan kepala sekolah STM Pemda untuk membuat laporan ke Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu dan sekaligus berharap ada perhatian dari dinas sehingga bangunan yang rusak bisa diperbaiki,” ujarnya.

Sumber : hariansib

Jumat, April 17, 2009

Naif....Siswa lebih Hapal Lagu ST12 daripada Lagu Nasional.....

Deras dan gencarnya arus siaran hiburan lewat media teve maupun radio bisa dikatakan salah satu sebab anak remaja lebih doyan mengonsumsi lagu-lagu pop lokal maupun luar ketimbang lagu nasional.

Bila dipilih dua di antara satu, dapat dipastikan pelajar sekarang lebih jago mendendangkan 'Saat Terakhir'nya ST 12 dibandingkan 'Rayuan Pulau Kelapa'. Kondisi ini memilukan hati karena lagu nasional menjadi tersisihkan (tereleminir) lagu pop.


Nada yang Monoton

Ragamnya pilihan lagu pop, baik dalam negeri maupun luar negeri serta monotonnya lagu nasional adalah penyebab banyak siswa kurang tertarik menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebut saja, Yossi Riza Hidayati (11) siswi SD Pertiwi mengaku lebih menyenangi lagu-lagu barat ketimbang lagu nasional.

"Belajar lagu nasional itu penting, tapi saya lebih suka menyanyikan lagu-lagu pop barat," aku siswi yang juga jago melukis ini.

Sedangkan Andi DJ (16), siswa SMK 9 Medan, menganggap lagu-lagu nasional adalah lagu yang memiliki syair bagus. "Lagu nasional itu menggambarkan kenyataan," ungkapnya. Namun Andi tak menyangkal bahwa nada-nada dari lagu nasional itu cenderung monoton. Kondisi ini mungkin yang membuat para siswa enggan mengingatnya dengan baik.

Kecenderungan minimnya minat siswa terhadap lagu-lagu nasional itu mengakibatkan mereka kurang atau pun tidak hafal akan lagu-lagu yang kental dengan nuansa kebangsaan tersebut.

Seperti yang terjadi pada peringatan Hari Anak Nasional Sumatera Utara akhir Juli 2008 lalu dengan tema 'Saya Anak Indonesia Sejati, Sehat, Mandiri dan Kreatif', yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE di Citra Garden Medan.

Dengan disaksikan para Kepala Dinas Pendidikan, Kasdam I/BB, Wakapoldasu, Muspida Kota Medan dan undangan lainnya, Gubsu meminta ribuan siswa yang hadir dalam perhelatan tersebut untuk menyanyikan satu dari 10 lagu wajib nasional.

Sayangnya permintaan itu tidak mendapat respons dari ribuan siswa. Meskipun Gubsu sudah mengimingi akan memberi hadiah bagi siswa yang bisa hafal menyanyikan lagu nasional dari Barat sampai ke Timur. Namun tetap saja tak ada yang bisa menyanyikannya.

Hal yang sama juga terjadi baru-baru ini saat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan, untuk menyaksikan pelantikan pengurus Dewan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan perguruan itu Maret 2009 kemarin.

Karena nyanyiannya yang berjudul 'Tanah Air' tidak diiringi para mahasiswa, Erman Suparno terpaksa mengulang lagu itu kembali yang diikuti sejumlah mahasiswa dengan lirik lagu yang tidak hafal seluruhnya.

Kurang Diberdayakan di Sekolah

Khansa Khalisah (13) siswi SMP Negeri 16 Medan mengatakan meski sebagian lagu nasional membuat ngantuk tapi banyak juga yang menyentuh hati, baik syair atau pun melodinya. Tapi sayang Khansa menilai sekolah kurang memberdayakan lagu-lagu nasional. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja lagu-lagu tersebut didengungkan.

"Kalau di sekolah sering dipelajari dan dinyanyikan mungkin siswa akan lebih berminat," terang penduduk Jalan Beringin ini.

Diakui Khansa, pelajaran Seni Musik di sekolahnya lebih ditekankan pada penguasaan alat musik, lagu daerah dan olah vokal. Untuk pembelajaran lagu nasional sendiri dikatakan Khansa jarang. "Waktu upacara, kami nyanyi Indonesia Raya dan Hening Cipta," tambahnya.

Selain upacara, momen menyanyikan lagu nasional lebih kepada masa-masa menjelang ujian mata pelajaran Seni Musik. "Ujian mata pelajaran seni musik yang biasa diujikan ya lagu-lagu nasional," ucapnya lagi.

Metode Belajar Lebih Menarik

Hany Sihotang (29) guru Seni Musik di SD Methodist 12 Medan mengatakan amat penting mempelajari lagu-lagu nasional. "Lagu-lagu tersebut tidak asal jadi, tetapi ada sejarah di balik pembuatan lagu tersebut," papar guru yang biasa dipanggil Neny ini.

Sayangnya diakui Neny, banyak remaja yang kurang berminat untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Antara lain karena tingkat kesulitan membuat remaja enggan menyanyikannya. Juga syairnya yang membuat jenuh.
Namun demikian disebutkan Neny, bila metode belajarnya menyenangkan akan diminati siswa. Tentunya ini tak lepas dari peran guru bagaimana membuat siswa tidak 'suntuk' mempelajari mata pelajaran Seni Musik. "Belajar tanpa paksaan dan juga tanpa kekerasan," paparnya.

Membangun Nasionalisme Lewat Lagu Nasional

Kepala Dinas Pendidikan Medan Drs. Hasan Basri MM menilai pentingnya mempelajari lagu nasional. Apalagi di zaman sekarang. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi. "Mempelajari dan menyanyikan lagu nasional adalah salah satu cara membangun nasionalisme," paparnya.

Untuk itu pihaknya sudah mengimbau sekolah-sekolah untuk mewajibkan lagu-lagu nasional dalam pelajaran di sekolah.

Selain menjadikannya menu wajib bagi pelajaran di sekolah, kata Hasan patut juga diperhatikan adalah metode penyampaiannya guna meningkatkan gairah belajar siswa. Perlu ada diklat-diklat dan contoh-contoh pembelajaran yang lebih beragam.

Menanggapi minimnya minat siswa terhadap lagu nasional, Hasan mengatakan perlu diadakan survei khusus untuk bisa mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap lagu nasional.

Tidak Ada Kewajiban

Peristiwa yang membuat kesal Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno saat berkunjung ke kampus Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan karena lagu nasional yang dipimpinnya tidak mampu diiringi para mahasiswa, menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah Sumut H Bahdin Nur Tanjung SE MM hendaknya menjadi "peringatan" bagi perguruan tinggi lainnya untuk mengimbau para mahasiswa memahami dan mencintai lagu nasional.


Bahdin yang juga Rektor UMSU ini mengaku ketidakpahaman para mahasiswa terhadap lagu nasional itu karena di perguruan tinggi tidak ada kewajiban menghafal lagu nasional. Namun sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, hendaknya lembaga pendidikan tinggi itu juga menerapkan kebiasaan para mahasiswa agar mengingat lagu nasional.

Menurut Bahdin, metode yang diterapkan tidak seperti siswa di sekolah, melainkan pemberian tugas memaknai arti lagu-lagu nasional dalam bentuk laporan pada mata kuliah kewiraan.

Sementara itu bagi Yanti (21) mahasiswi Fisipol Universitas Sumatera Utara, sudah tidak eranya lagi hafal lagu nasional. "Wajarlah jika kami lupa lagu-lagu nasional, karena selain memang tidak dipelajari di perguruan tinggi juga disibuki dengan tugas-tugas dari dosen. Jadi tidak sempat lagi kami untuk menghafalnya," ujar Yanti.



Sumber : Harian Global

Masyarakat Resah Akan Banyak Siswa Tidak Lulus UAN 2009

Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2009 sejumlah sekolah di Sumut resah dan khawatir banyak siswanya diprediksi tak lulus UN. Hal itu terkait keterlibatan perguruan tinggi negeri untuk mengscan (pindai) terhadap Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) bagi siswa SMA dan MA.

“Selama ini jika ada kekeliruan dan kesalahan data di LJUN siswa, pihak sekolah bisa mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Sumut (Disdiksu) secara tertulis untuk membantu memvalidasi data itu,” ujar Osbet Sinaga, salah seorang Ketua Yayasan Pendidikan di Medan kepada Global, Kamis (16/4).

Namun dengan tidak diberikannya kesempatan memperbaiki data itu oleh pihak Unimed, dikhawatirkan akan banyak siswa tidak lulus UN karena data tidak terbaca alat scanner.

Sementara itu, Ketua panitia UN Disdiksu Drs Hermanyur MSi mengakui, selama ini pihaknya acapkali menerima surat permintaan bantuan memvalidasi data dari sejumlah sekolah di Sumut pada saat UN. Kesalahan itu bisa terjadi karena siswa tidak menggunakan pensil standar yang telah ditentukan, sehingga tidak terbaca mesin scanning. Menurutnya, bantuan itu bisa dilakukan karena kemungkinan bisa saja isian data tidak terbaca akibat kurang jelas dalam melingkari LJUN, jadi bukan membantu membenarkan jawaban.


Pada rapat koordinasi beberapa hari lalu dengan para pengawas di Unimed, kata Hermansyur, hal itu sudah dibicarakan. Karena itu diharapkan pengawas memahami permasalahannya. “Kita tidak ingin siswa banyak tidak lulus akibat kecanggihan alat itu,” ujar Hermansyur seraya menyebutkan, jika perlu Unimed membuka posko pengaduan dari masyarakat.


Penanggung Jawab Pengawas UN 2009 Prof H Syawal Gultom MPd mengatakan, pihaknya tidak akan memperbaiki LJUN yang sudah masuk ke Unimed.


Untuk menghindari agar jangan terjadi kesalahan, pengawas ujian akan bertugas mengingatkan siswa peserta ujian mencek ulang LJUN paling lambat 15 menit sebelum ujian berakhir, sebab jika telah selesai dipindai (scaning), seluruh LJUN akan langsung dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang (Puspendik) Depdiknas yang berada di bawah koor dinir Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Pusat.



Sumber : Harian Global Sumut