Senin, Juni 16, 2008

Progres Report Dapodik Prov. Sumut

Mohon maaf, karena keterlambatan melaporkan keadaan Dapodik khususnya NPSN dan NISN untuk Provinsi Sumatera Utara, hal ini dikarenakan pada bulan Mei Persiapan UAN dan UAS dan Akhir Mei harus berkunjung ke Daerah-daerah seperti yang sudah di laporkan sebelumnya.
Berikut hasil data Dapodik (NPSN dan NISN) sampai dengan tanggal 16 Juni 2008.

NO

KAB / KOTA

DATA AKHIR

PROSENTASE KENAIKAN

TANGGAL

WEB/MOU

16-Jun-08

1

Kab. Asahan

215,761

85.81%

1.63%

2

Kab. Batubara

0.00%

0.00%

3

Kab. Dairi

58,181

73.80%

1.07%

4

Kab. Deli Serdang

393,745

113.71%

-0.49%

5

Kab. Humbang Hasundutan

53,803

93.59%

29.38%

6

Kab. Karo

61,989

80.53%

3.68%

7

Kab. Labuhan Batu

115,177

48.05%

-0.20%

8

Kab. Langkat

227,653

102.43%

1.12%

9

Kab. Mandailing Natal

113,286

112.41%

-0.11%

10

Kab. Nias

125,933

109.92%

6.47%

11

Kab. Nias Selatan

76,226

84.51%

0.00%

12

Kab. Padang Lawas

0.00%

0.00%

13

Kab. Padang Lawas Utara

0.00%

0.00%

14

Kab. Pakpak Bharat

10,727

57.52%

5.05%

15

Kab. Samosir

37,913

101.30%

0.00%

16

Kab. Serdang Bedagai

124,320

96.77%

0.01%

17

Kab. Simalungun

94,729

48.09%

0.99%

18

Kab. Tapanuli Selatan

172,342

98.10%

0.02%

19

Kab. Tapanuli Tengah

76,966

107.38%

-0.48%

20

Kab. Tapanuli Utara

86,489

103.59%

0.09%

21

Kab. Toba Samosir

51,485

92.17%

1.37%

22

Kota Binjai

64,380

98.53%

0.00%

23

Kota Medan

500,136

93.16%

7.07%

24

Kota Padang Sidempuan

50,912

87.80%

0.00%

25

Kota Pematang Siantar

80,830

97.87%

0.00%

26

Kota Sibolga

31,192

98.91%

0.56%

27

Kota Tanjung Balai

40,746

100.10%

0.04%

28

Kota Tebing Tinggi

44,449

91.94%

0.00%

TOTAL

2,909,370

90.63%

2.30%



Sumber : http://nisn.jardiknas.org

Jumat, Juni 13, 2008

Grilya Koneksi V (Kab. Madina)


Kabupaten yang satu ini bisa dibilang masih baru, karena baru saja pemekaran dari Tapanuli Selatan. Teknologi seperti Internet masih sedikit sekali, ibaratnya buah masih hijau, dipupuk dan akan menghasilkan sesuatu yang berguna.....

1 Juni 2008 : Jam 10 pagi berangkat dengan angkutan kota Padang Sidempuan menuju ke Kab. Madina ditempuh dengan waktu 2 jam, biasanya cuma 1 jam tapi karena jalan yang rusak membuat jalan angkutan seperti naek delman saja.....gak semangat....hehehehe
Jam 12 sampai langsung mencari kedai minum tuk melepas dahaga.......ternyata ada jual Kopi Gingseg.....wah pas banget....dari mulai medan baru ini saya ketemu ada jualan kopi ginseng. Sambil ngopi telpon koordinator ICT Center Madina Bang Bastian Purba......

"Assalamualaikum Bang"
"Waalaikum Salam"
"Lagi dimana Bang"
"Lagi dirumah"
"Bang, Aku lagi Madina nih"
"Hah....Kapan Sampe, Koq gak ngasi kabar Pak Zul?"
"Hahahahahaha, Kejutan bang kalo di kasi tau bukan kejutan namanya"
"Dimana sekarang?, biar dijemput biar kita Makan Siang dirumah"
"Oke bang, saya di kedai di depan Stasiun Simpati"
"Oke, tunggu disana biar dijemput"

Rupanya jarak rumah bang Bastian hanya berjarak 500 mtr dari kedai tempat saya ngopi....
Sehabis Makan siang, siap-siap menuju ke SMK Negeri 1 Madina yang berjarak 2 km.
Tidak ada siapa-siapa disana karena hari ini hari Minggu....hehehehehe

Sekolah ini luas sekali dan terlihat masih belum ada polesan-polesan perkotaan (maksudnya masih alami), masuk ke ruang ICT Center......hem, seperti biasa....ada rak server, labor dan bengkel.....disebelah ruang ICT ini ada ruang Bahasa (bukan Labor) tempat kumpul guru dan siswa atau lebih tepat ruang pertemuan. Didaerah (ruang pertemuan) ini, siswa dan Guru wajib menggunakan bahasa Inggris....dan depan ruang bahasa ini ada tenda-tenda yang dimanfaatkan siswa untuk melakukan percakapan (conversation).

Sayangnya koneksi di ICT ini hanya pada hari kerja saja, karena kalau libur Sabtu dan Minggu)perangkat Juniper dimatikan dari Dinas Pendidikan...... :(, saya coba menghubungi Kabid Program Bapak Imron, Spd. tetapi tidak masuk, mungkin karena minggu...(apa hubungannya ya....hehehehehe). Akhirnya selesai foto-foto sambi ngobrol2 masalah pengembangan ke depan ICT Center yang sampai saat ini belum mempunyai Client. Masalah utama disini masyarakatnya belum mau perduli dengan adanya teknologi seperti internet untuk menambah wawasan anak-anaknya, disamping itu bahasa "Tabu" masih kental disini, karena mayoritas di daerah Panyabungan ini beragama Islam.

Selesai sudah kunjungan ke ICT Center SMK Negeri 1 Panyabungan ini, kedepan saya mengusulkan untuk mengembangkan ke Sekolah-sekolah terdekat agar dapat dirasakan manfaat Jardiknas di Kab. Madina, dan saya berjanji akan menghubungi kabid perogram agar perangkat Juniper tidak dimatikan pada saat hari sabtu dan minggu.

Selanjutnya menuju ke Kantor Dinas Pendidikan Kab. Madina, sayangnya pada saat di sana kamera saya kehabisan batre, jadi gambarnya tidak jadi...hehehehe

Kantor ini berada satu lokasi dengan Kantor Koramil dan KUA, sambil membuat titik waypoint untuk GPS, saya mengukur jarak udara ke ICT Center SMK.....hasilnya 3.12 Km.

Jam 6 sore, dari terminal angkutan Kota membawa saya kembali ke Kota Padang Sidempuan.

Jam 8 malam, sampai kembali di Kota Sidempuan, cari makanan dulu, karena perut sudah keroncongan....(cacing-caing diperut sudah pada teriak "Woiiii Lapar Woiii".....hehehehe).

Dengan ditemani Bang Risman Bangun, saya sampai di terminal angkutan kota yang akan menuju ke Kota Sibolga, karena tujuan berikut dan yang terakhir adalah Tapanuli Tengah.....

Kamis, Juni 12, 2008

INFO BERITA : Kepala Dinas Labuhanbatu minta PGRI-15 tidak Berada di SMK Negeri 1 Rantau Utara

RANTAUPRAPAT (SINDO) – Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting meminta Pemimpin Yayasan PGRI 15 Rantauprapat segera mengosongkan SMK Negeri 1 Rantauprapat.

Diketahui, pihak yayasan telah menumpang sekaligus menggunakan aset SMK Negeri 1 itu selama 11 tahun. ’’Kami sudah menyarankan agar Yayasan PGRI 15 secepatnya meninggalkan fasilitas (sekolah) negeri itu,’’ ujarnya kemarin. Dia menambahkan, surat pemberitahuan agar sekolah swasta tidak memakai fasilitas sekolah negeri sudah dilayangkan setahun lalu.

Namun, kenyataannya belum ada respons positif. Dinas Pendidikan tidak bisa bersikap tegas karena memikirkan efeknya terhadap siswa-siswinya yang belajar di sana. ’’Kalau secara tegas menyuruh mereka meninggalkan SMK Negeri 1, saya tidak bisa.Mereka juga anak bangsa. Kami tidak mau tegas karena memikirkan efeknya di belakang,” ujar Jamaren Ginting. Kepala SMK PGRI 15 Akbar Tanjung mengatakan, mereka memiliki izin pinjampakai melalui Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan (YPLP) Sumut.

Dalam perjanjian itu,SMK PGRI 15 bisa memakai semua fasilitas sekolah tanpa membayar sewa sama sekali selama tidak mengganggu sekolah tempat mereka menumpang. Namun,apabila terjadi kerusakan, mereka harus memperbaikinya dengan cara pembagian biaya yang dibagi dua, antara SMK Negeri 1 dan SMK PGRI 15. Saat ini murid SMK itu sekitar 500 orang, sedangkan uang sekolah Rp50.000per bulan.Sementara itu,guru honor sebanyak 42 orang.


Sabtu, Mei 31, 2008

Grilya Koneksi IV (Kota Pdg Sidempuan & Kab. Tapsel)

Perjalanan dilanjutkan.........

Sebenarnya jarak dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Sibolga dan Dinas Pendidikan Kab. Tapanuli Tengah tidak begitu berjauhan, dapat ditempuh lebih kurang dari 1 jam perjalanan, jadi saya tunda dulu dan lanjut menuju ke Kota Padang Sidempuan.

Perjalanan ke Kota Padang Sidempuan dari Sibolga dengan menggunakan angkutan umum berkisar 3 jam setengah melewati daerah pinggiran laut Tapanuli dengan jalan yang berkelok-kelok dan cukup melelahkan. Dipinggiran jalan dilihat jajanan buah durian yang sangat menggiurkan.....hem....ada keinginan untuk mencicipi.

30 Mei 2008 : Jam 5 sore sampailah di SMK Negeri 1 Padang Sidempuan, Koordinator ICT Center telah menunggu kedatangan kami, berkeliling melihat keadaan Sekolah dan ruang ICT Center.
Kepala SMK Negeri 1 Padang Sidempuan, Drs. Afifuddin Lubis yang menjabat di sekolah ini selama 6 tahun menjadikan sekolah ini menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Salak ini dan sekarang lagi sibuk berbenah untuk menuju ke Sekolah Berstandard Internasional (SBI). Sambil ngobrol tentang tujuan kedatangan saya, Visi dan Misi kedepan ICT Center dan mohon izin menginap di ICT Center, tetapi rupanya beliau sudah menyiapkan penginapan untuk kami (hehehehe....lumayanlah).
Malam harinya kita ngobrol2 dengan koordinator ICT Center Bapak Alimansyah sekaligus mencoba koneksi Jardiknas dengan Jarak 3 km dari Dinas Pendidikan. Ternyata Koordinator ICT Center Tapanuli Selatan juga hadir karena tau akan kedatangan kami (wah...wah... padahalkan kita mau grilya....). Wilayah Tapanuli Selatan yang begitu banyak perbukitan membuat sulitnya koneksi SMK Negeri 1 Sipirok ke Dinas Pendidikan yang masih berada di daerah Kota Padang Sidempuan. Beliau juga menjabarkan kalau sampai saat ini koneksi yang digunakan menggunakan Speedy dan baru saja dipasang....keluhan dari mana biaya menutupi koneksi speedy dan pengembangan kedepan menjadi topik pembicaraan hangat malam itu. ICT Center Padang Sidempuan sekarang ini sudah mempunyai 3 client.

Jam 11 malam, karena badan sudah cuuaaaapek, kami menuju ke penginapan tuk istirahat....

31 Mei 2008 : Jam 8, dari penginapan (menggunakan angkutan betor vespa), menuju ke Dinas Pendidikan Kota Padang Sidempuan tuk melapor....karena yang mau ditemui gak ketemu (Kasi Bina Program), putar haluan menuju ke Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, diterima Kasubdis Bina Program Bapak Burhan dan melihat-lihat ruang ICT Dinas Pendidikan dan berkenalan dengan Staf di Bina Program dan Kasubdis SMK Bapak Purba mantan Kepsek SMK Negeri 1 Sipirok, juga Koordinator ICT Center SMKN1 Sipirok bang Risman Bangun . Dari pak Burhan diketahui bahwa kondisi Juniper saat ini sudah berada di ruang khusus ICT Dinas yang sebelumnya berada di ruang KTU.


Kondisi Dapodik untuk Kab. Tapsel sangat baik sudah mencapai 90%, baik itu NPSN, NISN dan NUPTK dan sudah dimanfaatkan untuk keperluan sekolah dan Dinas Pendidikan.
Permasalahan pokok saat ini belum terkoneksinya ICT Center SMKN1 Sipirok dan sampai saat ini juga (sudah 2 tahun) masalah belum juga terpecahkan. Hampir 1 jam berembuk dan mencari solusi, kesepakatan mau tidak mau dipindahkannya perangkat juniper ke SMKN1 Sipirok adalah solusi akhir.
Kesepakatan akhirnya dicapai, perangkat Juniper dipindahkan ke SMKN1 Sipirok dan Koneksi Jardiknas Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan melalui SMKN1 Padang Sidempuan karena Jaraknya cuma 500 mtr. Pemindahan menggunakan Surat Resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan ke PT. Telkom Kab. Tapsel (legah akhirnya.....).

Jam 3, ditemani Koordinator SMKN1 Sipirok, berkunjung ke SMKN1 Sipirok yang berada di atas bukit 3 km dari kota Sipirok. Letak Sekolah ini sangat strategis, 2 km dari jalan besar Sipirok naik keatas bukit, berdekatan dengan SMA Plus Sipirok. Dari Sekolah ini terlihat kota Sipirok yang terkenal dengan Makanan Khas Ikan Sale....(kayak Pisang Sale). Melihat kondisi sekolah yang jauh dari rumah penduduk, dalam hati saya berfikir pasti sekolah ini rawan kemalingan dan ternyata dugaan saya tidak salah, baru sekitar 2 hari yang lalu kabel listrik dicuri, bahkan kabel arde (anti petir) baru ketahuan setelah kami melihat-lihat kondisi tower....

Di sekolah ini tidak bisa diadakan ektrakulikuler, Angkutan yang hampir tidak ada dan kalaupun ditempuh dengan berjalan kaki, menanjak dan jauh....."kalau jalan kaki pak, ibaratnya dari bawah kita sudah makan, naik ke sekolah pasti lapar lagi", begitu komentar dari seorang Guru yang kebetulan masih berada di sekolah....

Jam 5, berangkat kembali ke Kota Sibolga.. singgah sebntar di Taman Makam Pahlawan Kota Sipirok yang berada dekat dengan Objek Wisata Dolok Simago-mago, sempat saya bertanya apa maksud simago-mago ini....? Mago-mago itu artinya hilang....jadi dolok simago-mago itu diartikan bukit yang hilang karena kabut.... memang pada saat saya disana, kabut menyelimuti daerah ini dan bukit-bukit tidak kelihatan.....unik ya....

Jam 7 malam, sampai kembali di Kota Padang Sidempuan langsung menuju kerumah Kepsek SMKN1 Sipirok Bapak Drs. Alpian H. M.Pd. Sambutan Kepsek ini sangat baik sekali diterima di rumahnya yang sederhana tapi penuh dengan suasana kekeluargaan. secangkir teh manis membuat hilang dahaga.....
Saya memperkenalkan diri dan menceritakan hasil rembukan dengan Dinas Pendidikan tentang pemindahan perangkat Juniper ke SMKN1 Sipirok. Sambutan Pak Kepsek sangat antusias sekali dan terlihat gembira, berarti pengembangan Teknologi di ICT Center Sipirok akan terlaksana, bahkan beliau sudah membuat ancang-ancang untuk client SD Negeri yang berada dekat dengan sekolah ini dengan pembiayaan dari SMKN1 Sipirok (wah....hebat itu Pak....perlu dicontoh) sebagai bukti pengembangan yang didam-idamkan SMKN1 Sipirok....

Jam 11 malam, kembali ke Penginapan dan Zzzz..Zzzzz...Zzzzz


Next....Perjalanan ke Kab. Madina (Mandailing Natal)

Jumat, Mei 30, 2008

Grilya Koneksi III (Kota Sibolga)


Perjalanan dilanjutkan, sebenarnya tujuan berikutnya adalah Kab. Samosir tetapi dikarenakan sesuatu hal, maka tujuan dialihkan ke Kota Sibolga yang berada di ujung selatan Sumatera Utara.

Dengan menggunakan angkutan Simpati dari Kota Medan kami berangkat Tanggal 29 Mei 2008 jam 20.00 WIB selama + 12 jam perjalanan. Jam 6, kami sampai ke Kota Sibolga dan diantar langsung menuju ke SMK Negeri 1 Sibolga, belum ada orang yang kami jumpai...untungnya penjaga sekolah melihat dan mempersilahkan kami masuk ke areal sekolah yang terlihat asri di gedung berlantai 3 itu, sambil meletakkan barang-barang bawaan, kami mencari tempat sarapan pagi (biasanya ada lontong sayur dan Nasi Gurih).

Setelah kembali, kami diterima Kepala SMK, Bapak Drs. Bresman Rajagukguk, Koordinator ICT Center SMK bapak Liat Sinaga, SPd. dan Kasubdis Bina Program (Bapak Jeriko Siahaan). Sambil ngobrol dapat diambil kesimpulan Kota Sibolga tidak begitu ada masalah baik itu koneksi, NPSN, NISN dan NUPTK (laporan saya buat dalam bentuk kuisioner dengan item-item pertanyaan, baik di Dinas Pendidikan dan ICT Center SMK) dan direncanakan hari ini kami bermaksud akan memasang hotspot untuk 2 titik lokasi (Dinas Pendidikan dan SMK Negeri 1 Sibolga) untuk pengembangan Client ICT Center yang sudah di rancangkan melalui APBD. SMK ini berada di jalan Dr. F.L.Lunban Tobing yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum dengan nama yang sama.

Tiba-tiba hujan mengguyur Kota Asri dan bersih ini, terpaksa menunggu sampai hujan redah..

Jam 3.00 WIB, pekerjaan dilanjutkan pemasangan Antena Omni di ICT Center SMK Negeri 1 Sibolga , selesai dalam waktu 1 jam....heheheheh...

Seterusnya lokasi ke dua, Dinas Pendidikan Jl. Tuanku Dorong Hutagalung yang berjarak 105.4 mtr (dengan GPS) dari ICT Center SMK. Dilokasi ini pekerjaan di lakukan dengan ektra hati-hati (maklum...Dinas Pendidikan...) dan menggunakan metode Spot Jantung (bahasa medan nya), karena Tower yang berdiri kurang kokoh dan goyang.....mungkin karena kabel pengikat tower sudah mulai kendur.....agak sedikit terhibur juga nih... karena ditemani langsung oleh Kasubdis Bina Program, Koordinator ICT Center SMKN1 Sibolga dan Plus kawan lama, Bang "Botak" Zainuddin Saragih, S.Kom....hahahahahaha.....(julukannya asli sebenarnya "Andre Agasi" mungkin karena mirip) koodinator ICT Kab. Tapanuli Tengah.

Jam 6.30 WIB, pekerjaan untuk lokasi kedua ini selesai.Karena hari sudah mulai gelap dan ditambah lagi signal yang diperoleh kurang memadai membuat lengkap lah rasa letih dan capek seharian memasang hotspot untuk 2 lokasi ini...pekerjaan akan dilanjutkan besok.

Malam hari, dengan ditemani Bang Saragih melihat-melihat keramaian kota Sibolga. Ada beberapa hal yang menarik pada saat saya mengunjungi daerah Pusat Jajanan di Kota ini yang diberinama Sibolga Square, berada di sepanjang jalan di Jl. Ahmad Yani penuh dengan jajanan daerah, dari mulai gorengan-gorengan khas Sibolga sampai makanan seperti Nasi Padang, Nasi Gulai, ayam dan ikan bakar khas laut (daerah pesisir pantai)....kemudian hal menarik lainnya adalah bahasa. Masyarakat di daerah ini rata-rata menggunakan bahasa Minang (padang) tetapi tidak begitu kental.

Jam 1 .00 Wib, hotspot di Dinas Pendidikan selesai dan dicoba langsung oleh Kasubdis Bina Program dan berhasil, kemudian pemasangan Client pertama (SMA Negeri 1 Sibolga) yang letaknya 50 mtr dari ICT Center. Maka berakhirlah perjalanan kami di kota Sibolga yang Bersih dan Asri ini....




Next....perjalanan ke Kab. Tapteng...................

Selasa, Mei 27, 2008

Potret : Anak Tidak Mampu Bisa Belajar Komputer Gratis

Karena tersendat biaya, banyak anak dari keluarga kurang mampu tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tambahan yang dibutuhkan. Salah satunya pendidikan keterampilan menguasai teknologi komputer.

Fakta ini menginspirasi Yayasan HOPE Indonesia membuka Computer Trainning Center (CTC) sebuah program gratis pendidikan komputer. "Program ini direncanakan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapat pendidikan komputer selama tiga bulan," kata Program Manager Yayasan HOPE Indonesia Sumut, Rabinsar Parulian Silalahi kepada Global, belum lama ini. Sebenarnya program pendidikan komputer gratis ini, dirintis sejak 7 Januari 2007. Waktu itu kegiatannya dilaksanakan di Blok C No 7/8 kompleks MBC, Jalan S Parman Medan. Terselenggara berkat kerja sama dengan Yayasan Lions Club Medan Pioneer.

Menurut Rabinsar, pihaknya tahun ini kembali menggelar program serupa, namun bekerja sama dengan Wisma Taman Sari di Jalan Kapten Muslim No 94 B Medan. Berkat kerja sama ini, di tempat itu sudah terbentuk satu ruang belajar lengkap dengan komputer 6 unit dan telah disepakati bersama program ini akan diadakan selama 3 tahun. Yayasan HOPE Indonesia mengadakan program ini secara serentak di 6 kota yakni, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Nias dan Jayapura. Sekarang sudah memasuki training angkatan kedua untuk belajar selama 3 bulan dengan menerima 30 orang siswa. "Mereka akan dilatih materi dasar perkantoran berupa pengenalan komputer, Office, Microsoft Word, Microsoft Exel, Power Point dan pengenalan internet,”kata Rabinsar.

Menurut Rabinsar, Yayasan Hope bertanggung jawab menjalankan program ini dengan memastikan siswa belajar sesuai dengan program yang sudah ditentukan hingga tamat, dan setelah tamat akan menerima ijazah sesuai dengan standar kelulusannya. "Tentunya program ini tidak hanya untuk sementara saja, dengan mengharapkan bantuan dan dukungan dari masyarakat Medan, program ini bisa berkelanjutan dengan jangka waktu yang cukup lama sehingga semakin banyak anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu ditolong," papar Rabinsar.

Rabinsar mengharapkan program ini dapat menjadi satu sarana bagi masyarakat untuk bisa memerhatikan anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung, sehingga dengan keterampilan yang mereka miliki mereka mendapat pekerjaan yang lebih baik dan membawa keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan.

"Banyak anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah tidak mempunyai kesempatan untuk mendapat pendidikan lebih maju, sementara dunia kerja sekarang ini tidak hanya membutuhkan bukti kelulusan dari sekolah, tetapi juga dibarengi dengan keterampilan-keterampilan lain. Mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk mengatasi kemiskinan di Kota Medan," ujar Rabinsar.

Potret : Chandra Kusuma School (Sekolah Standard Internasional)

Cambridge International, Memberikan Predikat Centre kepada Sekolah Lokal

Sejak Mei 2008 ini, Chandra Kusuma School mendapat status baru sebagai International Centre dari University of Cambridge International Examinations (CIE). Sebagai centre, Chandra Kusuma School sekarang dapat menawarkan ragam kualifikasi yang dapat diterima di dunia internasional, termasuk Checkpoint dan International General for Se-condary Education dari Cambridge.

University of Cambridge International Examinations (CIE) merupakan penyelenggara kualifikasi terbesar di dunia untuk usia 14-19 tahun. CIE juga menawarkan ragam kualifikasi yang dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan internasional. Kualifikasi yang dimiliki CIE termasuk Cambridge IGCSE dan International A/AS Level. Kualifikasi CIE ini diterima di 150 negara, sangat dikenal di berbagai perguruan tinggi, penyelenggara pendidikan dan perusahaan di seluruh dunia.

Ann Puntis, Chief Executive dari University of Cambridge International Examinations menyambut gembira kerja sama dengan Chandra Kusuma School. "Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Chandra Kusuma School kini telah terdaftar sebagai Centre. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang dalam jangka panjang, sehingga dapat memberikan benefit kepada semua siswa di wilayahnya," katanya.

Sebagai Centre dari Cambridge International, Chandra Kusuma School kini dapat menawarkan kepada siswa di Indonesia kualifikasi terbaik yang dikenal di seluruh institusi pendidikan dan perusahaan di seluruh dunia.

Hal senada dinyatakan Mrs Malahayati Holland selaku Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri. "Chandra Kusuma School bangga dapat bekerja sama dengan Cambridge, sebagai pengembangan pelayanan kami di sektor pendidikan sekaligus menawarkan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas akan pendidikan bermutu," ujarnya.


Chandra Kusuma School

Chandra Kusuma School didirikan tahun 2003. Sejak awal didirikan sekolah ini untuk memberikan kontribusi yang berbeda di dunia pendidikan di Sumatra Utara. Di Chandra Kusuma, siswa diajarkan untuk belajar secara mandiri, belajar teori melalui praktik dan lebih mementingkan pemahaman esensi dari pelajaran. Seperti perjalanan field trip untuk tingkat secondary, siswa langsung dihadapkan antara teori dan kenyataan yang terjadi di alam. Untuk mengetahui tingkat penalaran mereka, setelah itu akan dilakukan pengetesan pemahaman melalui ujian.

Yang penting untuk proses belajar mengajar adalah fasilitas serta lingkungan yang mendukung. Karena kenyamanan yang diterima siswa membantu proses penyerapan ilmu yang dibutuhkannya. Fasilitas yang diberikan Chandra Kusuma School terhadap muridnya semua mengacu kepada kebutuhan akan keingintahuan siswanya.

Untuk tingkatan secondary, hal yang berbeda pada tingkat secondary di sini adalah siswa dapat memilih kurikulum yang akan dipelajarinya. Bisa menggunakan kurikulum nasional, ataupun kurikulum Cambridge International Examinations (CIE). Kurikulum CIE ini diadakan untuk mempermudah siswa yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri. Bagi siswa yang berminat mengikuti kelas persiapan CIE ini harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik, karena bahasa pengantar dan text book-nya memakai bahasa Inggris. Untuk bahan ujian dan lembar jawaban akan didatangkan langsung dari Inggris. Ujian akan dilaksanakan bulan Mei, Juni dan November setiap tahunnya. Ujian-ujian yang tersedia di Chandra Kusuma adalah Cambridge Checkpoint, Cambridge IGCSE dan A Level.

Cambridge Checkpoint


Kelas persiapan untuk ujian Checkpoint akan berlangsung selama dua tahun, yaitu pada tingkat Secondary 1 & 2 (SMP kelas 1 hingga 2). Subject yang diajar dan diujikan adalah English, Mathematics dan Science.

Kurikulum nasional masih tetap diajarkan kepada siswa checkpoint, agar siswa masih tetap dapat meneruskan pendidikan mereka di program nasional bila diinginkan. Cambridge Checkpoint bisa sangat membantu siswa dan orangtua siswa untuk mengetahui kemampuan mereka pada tingkat ini dan membantu memutuskan apakah siswa akan melanjutkan ke program Cambridge berikutnya yaitu Cambridge IGCSE.

Cambridge IGCSE

Kelas persiapan untuk tingkat ini akan dimulai pada tingkat Secondary 3 s/d 4 (SMP kelas 3 hingga SMA kelas 1). Subject wajib yang diajar dan diujikan adalah English, Mathematics, Physics, Biology dan Chemistry. Namun masih ada beberapa subject opsional yang bisa dipilih oleh siswa sesuai minatnya, seperti Information and Communication Technology, Business Studies dan Bahasa Indonesia. Pada masa akan datang, subject opsional yang diajarkan dan diujikan masih akan dikembangkan lagi. Selain itu, kurikulum nasional juga masih tetap diajarkan untuk siswa IGCSE, sehingga siswa masih dapat mengikuti ujian nasional sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan Nasional.

A LEVEL

Kelas persiapan pada tingkat A level juga memakan waktu dua tahun, yaitu pada Secondary 5 s/d 6 (SMA kelas 2 hingga kelas 3). Pada tahap ini siswa tidak dianjurkan lagi untuk mengambil kurikulum nasional, karena pada tahap ini siswa diharapkan sudah terkonsentrasi dengan jurusan yang akan diambil pada saat di perguruan tinggi nanti.

Jumat, Mei 23, 2008

LINK KABANJAHE (DINAS PENDIDIKAN - SMKN1) BERHASIL

Tanggal 22 Mei 2008, setelah beberapa hari melakukan pointing yang cukup melelahkan, akhirnya link Dinas Pendidikan ke SMKN1 Kabanjahe berhasil juga pada jam 8.00 Wib Malam.
Wiiih....cuaaappppeeekkkk banget, 5 hari yang membuat badan dan fikiran betul-betul di kuras,
itupun setelah pasukan tambahan dari Deli Serdang datang, akhirnya membawa suasana baru. Signal yang tadinya cuma dapat 20%, akhirnya berhasil juga dengan signal 40% mentok.
Kabanjahe memiliki daerah yang berbukit-bukit dengan ciri khas suasana dingin yang menusuk...ramah tamah penduduk yang makin membuat suasana makin kekeluargaan.

Banyak suka duka yang kami hadapi, dimulai berangkat GPS yang sudah dipersiapkan ternyata tertinggal, di bus yang padat, belum lagi harus berulang-ulang bolak balik Dinas Pendidikan - ICT Center SMK, Naik tower turun tower, makanan dan cuaca yang butuh penyesuaian. Sukanya pada saat sinyal sudah mulai stabil dan bisa nge-link ke Dinas Pendidikan. Waaahhhh rasanya enak makan dan enak tidur.....hehehehe



Sampai akhir Bulan Mei ini di upayakan 3 Kab. akan di tuntaskan. Selama ini yang terdeteksi hanya di Dinas Pendidikan saja, kalau sudah konek ya...sudah.....ternyata di ICT Centernya ternyata tidak terkoneksi.....kasian betul.....

Kalau hanya berfikiran di Dinas saja sih.....gak perlu repot2.....tinggal colokin Juniper aja ke Router atau Server.....jalan semua itu.....tapi sasaran Jardiknas kan sebenarnya ke Sekolahnya.....betul tidak.....

Di ICT Center SMK Negeri 1 Kabanjahe belum ada hotspot sama sekali, padahal beberapa guru mempunyai laptop pribadi yang dapat meng-akses informasi kapanpun dan dimanapun. Dengan membuat hotspot di lingkungan sekolah kedepannya Guru dan siswa dapat memanfaatkan Jardiknas dan merasakan manfaat koneksi ini sebaik-baiknya.

Minggu, Mei 18, 2008

Penundaan Dana Pendamping Perencanaan Kab/Kota

Dengan adanya Surat Pemberitahuan dari Kementerian Keuangan, maka diumumkan bahwa Dana Pendamping Perencanaan Kab/Kota se Indonesia di tunda, hal ini disebabkan pemotongan Alokasi Dana yang diperuntukkan ke Dinas Pendidikan di masing-masing Provinsi. Berikut Dilampirkan Surat Pemberitahuannya dan Sekaligus Permintaan Maaf dari Pendamping Provinsi Sumatera Utara 2008.

Kepada rekan-rekan pendamping Kab/Kota agar tetap solid, karena ada beberapa solusi yang akan dibuat agar dapat saling bekerjasama dengan ICT Center di SMK.

Demikian disampaikan kepada rekan-rekan agar dapat dimaklumi.


Kunjungan ke ICT Center SMKN1 Kabanjahe

Tanggal 15 Mei 2008 siang, kami bergerak menuju ke Tanah Karo, perkiraan perjalanan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 2.5 jam, eeeee....ternyata malah jadi 4 jam.....:-D....soalnya nyasar ampe ke sibirubiru...maunya sampe cepat jadi lambat..:-D...(percuma aja halak medan...)

Jam 4.30, kami memasuki kota Brastagi....cuaca baik, suasana dingin kayak di kulkas....bergerak ke Kota Kabanjahe dan bertemu pengelolah ICT Center (Bapak M.Sembiring). Karena hari sudah malam akhirnya pekerjaan dilanjutkan besok, karena menurut pengamatan sementara kondisi perangkat di ICT Center tidak ada masalah, mungkin perangkat yang di Dinas Pendidikan Tanah Karo dengan jarak ke ICT Center 3.12 Km.

Esok hari, tanggal 16 Mei 2008 dari Penginapan Pelindung Atas (baru kali ini aku menemukan nama penginapan seperti ini.....alamak) menuju ke Dinas Pendidikan, ditemani Bapak M.Sembiring kami bertemu Kasubdis Bina Program Bapak L.Pinem dan menjelaskan maksud kedatangan kami.

Perangkat link ke ICT Center ternyata tidak hidup menurut Pak Sembiring sudah hampir 1 tahun (hebatkan....). Radio AP kami ganti karena perkiraan sudah tak hidup lagi...dan sampai jam 12 siang radio AP yang baru dinaikkan ke tower karena harus mengganti kabel UTP yang lama kemasukan air.

Setelah dinaikkan ternyata radio AP juga tidak hidup, kesimpulan awal daya dari power tidak sampai ke atas, terpaksa dirubah kembali dan ini mengakibatkan turun naik tower. Jam 4.30 radio AP hidup dan di seting untuk link ke ICT Center SMK.

Apa yang kami takutkan ternyata terjadi......listrik padam....(akhirnya padam juga), terpaksalah menunggu selama 4 jam....

Jam 6 Listrik dari Perusahaan Lilin Negarapun hidup, kami menuju ke SMKN1 Kabanjahe.
SMKN1 Kabanjahe mempunyai 2 Kelompok Keahlian ; Bisnis Manajemen dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ruang ICT berada di lantai 2 berada satu bangunan dengan Lab. komputer. Ruang server sangat baik, memakai rak server yang harganya 9 jt an....
Ruang Lab. Komputer ada 2, satu digunakan untuk Bisnis dan Manajemen dan yang satu untuk TIK (multimedia). ada ruang teknisi yang berdampingan dengan ruang Server.

Setelah dilakukan site survey....ternyata tidak ada sinyal dari Dinas Pendidikan, kesimpulan sementara arah sudah berubah, terpaksa naik tower lagi....Sinyal ketemu hanya 20%....sampai disini terpaksa ditunda pekerjaan karena harus pulang ke rantauprapat, besok ada acara Purna Siswa kelas 3, dan rencananya akan dilanjutkan hari Senin.

Sabtu, Mei 17, 2008

LKS TIK Tingkat Provinsi Sumut 2008




Tanggal 13 Mei 2008 Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera melakukan seleksi LKS TIK tingkat provinsi Sumatera untuk pertama kali diadakan. Untuk lembaga penyeleksi di berikan kepercayaan LDP (Lembaga Diklat Profesi) Sumut untuk melakukannya agar terlihat seportif.
Bidang lomba yang di lombakan adalah : Web Design, IT/Softwere Aplication dan Animation.

Dalam pemantauan saya selama 2 hari, penyeleksian ini terkesan mendadak (mungkin karena diadakan tepat hari terakhir Ujian Akhir Sekolah) yang membuat sekolah-sekolah di Kab/Kota belum siap untuk mengirim siswa-siswanya. Kab/Kota yang mengirimkan siswa-siswanya antara lain ; Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Labuhanbatu dan Batubara, padahal mungkin masih banyak dari Kab/Kota yang lain mempunyai potensi.

Pengumuman hasil seleksi langsung di umumkan panitia hari itu juga dengan Pemenang untuk Web Design di wakili Kota Medan, IT/Softwere Apllication di wakili Kab. Deli Serdang dan Animation diwakili oleh Kab. Tanah Karo. Penguman ini berlangsung santai di ruang makan tanpa ada beban dari masing-masing Kab./Kota yang mengikuti.

Talk Show SMK Al-Washliyah Sigambal


Minggu, tanggal 11 Mei 2008, saya di telpon Kepala SMK Harapan Al-Washliyah Sigambal yang isinya mengundang saya dari ICT Center untuk Talk Show SMK yang di selenggarakan oleh salah satu Radio milik Pemkab Labuhanbatu.
Talkshow SMK yang merupakan acara baru ini membahas tentang Dunia Pendidikan dan IT. Sebenarnya acara ini bertujuan menampilkan Profil Sekolah, Pemelajaran (Sarana dan Prasarana), siswa dan Guru berguna untuk dapat menjadi pilihan orang tua siswa agar selektif dalam memilih sekolah untuk anaknya. Yang menarik dalam acara ini orang tua calo siswa baru dapat melakukan dialog interaktif dengan kepala SMK ini guna lebih jauh mengenal sekolah tersebut dan program sekolah mendatang.
SMK Harapan Al-Washliyah Sigambal didirikan pada tahun 2005, dengan Kelompok Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Program Keahlian Tehnik Komputer Jaringan (TKJ) dan baru tahun ini menamatkan siswa. Jumlah siswa sampai dengan saat ini adalah 140 orang. Prasarana Praktek mempunyai 1 lab komputer dan 1 lab. teknisi dan jaringan.
SMK ini salah satu client ICT Center yang berjarak 7 km sampai dengan sekarang mulai melakukan pengembangan dengan memanfaatkan BTS yang ada guna mengembangkan ke sekolah-sekolah sekitarnya. Sekarang pemanfaatan BTS yang ada sudah dimanfaatkan ke rumah-rumah guru yang memerlukan informasi melalui dunia maya dengan menggunakan sarana wireless.
Kedepan diharapkan lebih pro aktifnya Kepala-kepala SMK di daerah dalam memajukan SMK-SMK di daerah.